Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Erupsi Gunung Sinabung (Foto: Merdeka.com)
Dream - Gunung Sinabung sekurangnya sudah dua kali erupsi pada Senin 10 Agustus 2020. Debu vulkanik menutupi sejumlah kawasan dan mengancam pertanian warga sekitar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Perangin-angin, memaparkan sekurangnya tiga kecamatan terdampak langsung erupsi ini, yakni Naman Teran, Merdeka dan Berastagi. Bukan hanya debu, di beberapa kawasan juga dilaporkan terjadi hujan pasir.
“ Kita dapatkan informasi, beberapa desa di Kecamatan Merdeka ada hujan pasir,” kata Natanail.
Dia menegaskan belum ada evakuasi warga menyusul dua erupsi ini. Aparat pemerintahan setempat, TNI dan Polri terus berkoordinasi untuk membersihkan zona-zona terpapar debu erupsi ini. Mereka mengerahkan mobil pemadam kebakaran ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Di beberapa titik ketebalan abu mencapai 4 Cm.
" Kita kerahkan damkar ke lokasi untuk membersihkan jalur utama dan fasilitas umum. Ada 7 unit armada yang kita turunkan, nanti ada bantuan 2 unit dari provinsi," jelas Natanail.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Purba, menyebut hampir seribu hektare lahan pertanian di Kecamatan Merdeka, Naman Teran, dan Berastagi, terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung.
" Yang terdampak lebih dari 900 hektare. Paling parah Kecamatan Naman Teran. Ada juga Kecamatan Simpang Empat, dan Berastagi, tapi tidak terlalu parah," kata Metehsa.
Abu vulkanis dari erupsi Gunung Sinabung ini juga dikhawatirkan menyebabkan gagal panen, terutama tanaman sayur-mayur, di kawasan itu.
" Produktivitasnya menurun, karena kerusakannya sampai 85 persen," ungkapnya.
Hari ini sekurangnya terjadi 2 kali erupsi Gunung Sinabung. Pos Pantau Gunung Sinabung, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM melansir data erupsi pertama terjadi pada pukul 10.16 Wib dengan tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter.
“ Yang kedua pukul 11.17 Wib dengan tinggi kolom 2.000 meter. Arah angin masih ke timur dan tenggara. Gempa tremor dan gempa vulkaniknya masih tinggi, potensi erupsi masih ada,” jelas Armen Putra, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya