Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penjara (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Acara pranikah adat Jawa, Midodareni, yang dilanjut doa bersama diserang kelompok intoleran. Mereka berusaha membubarkan paksa acara yang berlangsung di Kampung Mertodranan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu malam, 8 Agustus 2020.
Prosesi Midodareni awalnya dimulai pukul 17.00 WIB. Tiba-tiba, sekelompok orang merangsek masuk ke lokasi acara dan melakukan pemukulan.
Kapolresta Surakarta, Komisaris Besar Andy Rifai, menyatakan bahwa polisi langsung bergerak usai mendapat laporan mengenai penyerangan tersebut. Sejumlah personel polisi diterjunkan untuk mengamankan dan melindungi para korban.
" Kami masih memburu dan segera menangkap pelaku intoleran yang berani berbuat anarki di Solo," ujar Andy, dikutip dari Merdeka.com.
Andy mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif juga melapor ke polisi agar mendapatkan perlindungan.
" Kami juga mengapresiasi dukungan dari Banser yang memotivasi kami bisa mengungkap kasus di Pasar Kliwon itu, saya mengajak warga Kota Solo untuk bersatu menciptakan Solo aman, damai, toleran, dan Bhinneka Tunggal Ika," kata dia.
Andy menjelaskan sebanyak tiga orang terluka dalam insiden ini. Tetapi, kondisi para korban cenderung membaik dan bisa rawat jalan.
Kasus ini masih dalam penanganan Polresta Surakarta. Kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi atas kasus ini.
Secara terpisah, Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mendesak kepolisian menindak tegas para pelaku intoleran di Kampung Mertodranan. Indonesia adalah negara hukum, maka pelakunya harus diusut demi menjaga kepercayaan publik.
" Selain itu, kami juga mengecam tindakan brutal dan main hakim sendiri oleh sekelompok orang di Solo," ujar Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly.
Sementara Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Surakarta, Arif Sarifudin, mengaku prihatin dengan insiden intoleran ini. Peristiwa tersebut terjadi di tengah situasi Kota Solo yang cenderung aman dan damai.
Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing. Juga secara bersama menjaga Kota Solo tetap damai.
" Kita jaga Solo agar tetap aman dan kondusif, terlebih menjelang Pilkada 2020," kata Arif.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya