Guru Karate Barry Prima Meninggal Saat Duel Lawan Maling

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 30 April 2018 12:28
Guru Karate Barry Prima Meninggal Saat Duel Lawan Maling
Pencuri memukul kepala guru karate yang juga mengajar di pendidikan polisi serta sejumlah atlet karate ini.

Dream - Paulus Lawata, guru aktor laga Barry Prima, meninggal dunia saat bertarung melawan pencuri berinisial ICS alias Koko, yang tak lain adalah mantan pembantunya.

Peristiwa itu terjadi pada 8 April 2018 di kediaman Paulus yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan 50, Kota Pekanbaru. Saat menghadapi Koko, Paulus sebetulnya masih memiliki tenaga prima.

Tapi, pada dini hari itu, dia salah langkah hingga terjatuh ke sebuah patung besi. Koko yang melihat Paulus terjatuh segera mengambil kesempatan.

Pencuri tersebut memukul kepala guru karate yang juga mengajar di pendidikan polisi serta sejumlah atlet karate ini. Paulus akhirnya meninggal dunia.

Hasil penyelidikan Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, menunjukkan bahwa Koko ternyata menyimpan dendam kepada Paulus.

" Motifnya sakit hati karena ucapan korban," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, dikutip Dream dari Liputan6.com, Senin 30 April 2018.

Kepada polisi, Koko juga mengatakan sakit hati karena Paulus tak membayarkan gajinya sebagai pembantu.

" Niat awalnya mencuri, karena ketahuan oleh korban, pelaku memukulnya tiga kali pakai benda tumpul," kata Santo.

Selengkapnya klik di sini.

1 dari 2 halaman

Dua Maling Tewas Saat Menggarong Rumah Ahli Karate di Jaktim

Dream - Dua maling yang menyatroni sebuah rumah di Jalan Wiradharma V Blok R-15 Perumahan TNI AU Waringin Permai, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur tewas. Mereka kalah duel dengan sang pemilik rumah, Deni Riono, yang merupakan ahli karate.

Menurut Kapolsek Makasar, Kompol Nurdin, peristiwa ini terjadi pada Senin pagi, 11 September 2017. " Kira-kira jam 05.30 WIB, dia (pelaku) datang ke rumah (Deni)," ujar Nurdin.

Dia menambahkan, saat itu Deni datang ke rumahnya melihat sudah dalam kondisi berantakan. Setelah itu, Deni menghubungi temannya untuk meminta bantuan membereskan rumah.

Ketika menelepon temannya, Deni melihat ada orang di dalam kamar. Tanpa basa-basi mereka akhirnya saling pukul. " Akhirnya berduel lah, karena memang ahli karate ya. Pelaku sempat melempar tas yang isinya macam-macam tapi tidak kena," kata Nurdin.

Dalam perkelahian itu...

 

2 dari 2 halaman

Beri Komentar