Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Reuni merupakan ajang pertemuan yang menyenangkan. Tapi, tanpa kita sadari, reuni itu bisa menjadi ajang pamer.
Seperti yang dialami seorang pengusaha minimarket satu ini. Dia mendapat undangan reuni bersama teman-temannya saat SMP dulu.
Pria itu lantas menyampaikan keinginannya hadir ke reuni itu kepada istrinya. Sayangnya, sang istri kurang setuju karena punya pengalaman momen reuni hanya jadi ajang pamer.
Pria itu tetap berangkat dan berpikir apa yang pernah dialami istrinya tidak akan terjadi padanya. Dia cukup yakin teman-temannya bukan orang-orang yang suka pamer.
Lalu, datanglah pria itu ke reuni atas izin dari istrinya. Karena penasaran dengan pengalaman istrinya, dia memilih datang dengan sepeda motor dan memakai kaos.
Saat berkumpul, belum terasa ada yang berbeda. Obrolan di antara mereka berjalan biasa, hingga berujung pada cerita masing-masing tentang istri, anak, dan usahanya.
Ada yang jadi manager perusahaan ternama, ada yang sukses dengan usaha warisan, dan lain-lain. Pria ini senang mendengar cerita sukses dari teman-temannya.
Dia pun sempat ditanya mengenai bagaimana pekerjaan atau usahanya saat ini. Pria itu menjawab hanya punya tempat di pinggir jalan untuk jualan buah dengan hasil mencukupi.
Sayangnya, bukan ekspresi senang dan bangga yang dia dapat dari teman-temannya. Mereka malah seperti mengasihani pria itu.
Mendapat tanggapan semacam itu, pria ini menjadi sedih. Dia pun teringat pada nasihat istrinya tentang reuni hanya sekadar ajang pamer.
Pria itu kemudian melanjutkan makan dan mengikuti seluruh rangkaian acara reuni. Setelah dirasa cukup, pria itu memutuskan pamit pulang lebih dulu.
Sebelum pamitan, dia menuju kasir. Pria itu lalu membayar semua pesanan makanan reuni itu.
Saat teman-temannya akan membayar, mereka kaget. Sang kasir mengatakan semua pesanan sudah dibayar oleh pria berkaos tadi.
Pria itu pun pulang dengan perasaan sedih. Dia tidak menyangka watak teman-temannya telah berubah karena harta.
Kisah sedih ini selengkapnya ada pada tautan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya