Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tompi
Dream - Tompi turut menyoroti pernyataan yang menyebut wajah lebam Ratna Sarumpaet akibat penganiayaan. Salah satunya pernyataan itu sempat dikeluarkan oleh Hanum Rais.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tompi menyatakan Hanum tidak memiliki kapasitas untuk menganalisis luka Ratna. Ini karena Hanum berprofesi sebagai dokter gigi, bukan dokter umum.
" Kapasitas dia dokter gigi bukan dokter umum gitu. Bukan spesialis bedah, tentu tidak punya kemampuan untuk mengevaluasi," ujar Tompi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019
Menurut Tompi, pendidikan dokter gigi tidak mengajarkan materi analisis luka fisik. Dalam pandangan Tompi, Hanum tidak memiliki kapasitas untuk memeriksa luka.
Dokter spesialias bedah plastik itu berujar pendidikan dokter gigi berbeda dengan dokter umum. Sehingga, Tompi menilai tidak pas jika Hanum memeriksa Ratna.
" Sekolahnya beda banget. Dokter gigi itu sendiri, bukan dari dokter umum terus jadi dokter gigi. Kalau kapasitas dia sebagai dokter umum, masih punya kapasitas untuk itu," kata Tompi.(Sah)
Selanjutnya, Tompi mengaku sempat melihat sebuah video berisi pengakuan Hanum. Dalam video itu, Hanum menyatakan telah memeriksa Ratna dan menyimpulkan luka lebam itu akibat penganiayaan.
" Hanum Rais menceritakan sudah memeriksa yang bersangkutan dan yakin betul bahwasanya ini adalah korban pemukulan, dan ini adalah contoh Cut Nyak Dien buat dia, di situ ya, konyol saja buat saya, gitu," ucap dia.
Lebih lanjut, Tompi secara tegas menyatakan pernyataan Hanum merupakan kesalahan fatal. Terlebih bukan kapasitas Hanum sebagai dokter gigi.
" Dia sudah mengaku memeriksa. Artinya kalau memeriksa sudah ada pertanggungjawaban ilmiahnya. Artinya kalau sudah memeriksa dan salah, ada dua kesimpulannya. Satu tidak mampu, kedua atau berbohong," kata Tompi.(Sah)
Dream - Terdakwa penyebaran berita hoaks pemukulan, Ratna Sarumpaet, mengaku tidak paham mengapa sampai penyanyi yang juga dokter bedah plastik, Tompi, dihadirkan dalam sidang atas kasusnya.
Ratna justru berpikir Tompi adalah orang yang telah menyelamatkannya. Sebab, kata dia, Tompi telah membuatnya tersadar untuk berhenti berbohong.
" Saya tidak tahu kenapa saudara Tompi ini ada di sini ya, karena sebenarnya dialah yang menyelamatkan dan menyadarkan saya untuk berhenti berbohong. Terima kasih," ujar Ratna usai kesaksian Tompi di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019.
Dalam sidang ini, Tompi memberikan penjelasan mengenai cuitannya di Twitter. Cuitan itu berisi keterangan hasil analisis Tompi terhadap foto wajah lebam Ratna yang tersebar di media sosial.
Dalam cuitan itu, Tompi mengatakan luka lebam Ratna bukan akibat pemukulan melainkan efek operasi plastik. Tetapi, Ratna tidak memberikan tanggapan atas cuitan Tompi.
" Malamnya, saya tweet ini bukan pemukulan. Ini operasi bedah plastik," kata Tompi.
Setelah muncul polemik, cuitan Tompi diserang oleh beberapa politisi. Beberapa di antaranya seperti Fadli Zon dan Fahri Hamzah.
Di hadapan majelis hakim PN Jakarta Selatan, Tompi mengaku awal mula dia tahu kasus ini dari cuitan Fadli Zon berupa foto bersama Ratna Saumpaet. Fadli membubuhkan keterangan berisi kronologis penganiayaan yang dialami Ratna.
Saat beredar foto Ratna yang lebih jelas, Tompi semakin yakin wanita itu tidak dianiaya. Dia pun mengaku menemukan kejanggalan antara foto dengan keterangan yang diunggah Fadli.
" Saya semakin yakin saat ada foto (Ratna) rambut diikat itu di-treatment supaya nggak kotor. Gerakan itu sebagai kebiasaan kita dokter plastik," kata dia. (ism)
Dream - Penyanyi Tompi mengaku yakin luka lebam pada wajah Ratna Sarumpaet bukan akibat penganiayaan. Dia mengaku keyakinan itu seketika muncul dalam pikirannya begitu melihat foto lebam Ratna yang diunggah Fadli Zon.
" Pertama saya tahu dari tweet Pak Fadli Zon yang berfoto dengan beliau (Ratna), background-nya ada poster," ujar Tompi di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019.
Pria yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis bedah plastik ini mengatakan, cuitan tersebut dilengkapi keterangan mengenai kronologi penganiayaan yang dialami Ratna. Menurut Tompi, Fadli menulis Ratna dianiaya oleh tiga orang tak dikenal di Bandung.
Tompi juga sempat meminta bantuan Glen Fredly untuk menghubungi Ratna. Tompi mengaku ingin menawarkan bantuan perawatan jika Ratna membutuhkan.
" (Apabila) membutuhkan dokter bedah plastik dan saya bersedia menolong. Dan saya WA (WhatsApp) Glen. Glen coba tanya Bu Ratna kalau butuh bantuan saya bersedia. Free," ucap dia.
Foto muka lebam Ratna kemudian tersebar dan menyedot perhatian publik. Setelah memeriksa secara teliti, Tompi mulai ragu lebam Ratna benar-benar akibat penganiayaan atau bukan.
Menurut Tompi, ada beberapa kejanggalan yang dia dapat setelah mencocokkan keterangan Fadli dengan foto Ratna. Jika disebutkan Ratna sempat dilempar ke jalan, Tompi mengaku tidak menemukan luka lecet di wajah maupun bagian tubuh lain wanita itu sama sekali.
" Ke dua, saya semakin yakin saat ada foto (Ratna) rambut diikat itu di-treatment supaya nggak kotor. Gerakan itu sebagai kebiasaan kita dokter plastik," kata dia.
Selain itu, Tompi mengatakan bahwa bengkak yang ada di wajah Ratna merupakan hasil dari operasi plastik. Dia mendasarkan pendapatnya pada luka sayatan di kelopak mata Ratna yang letaknya simetris.
" Kalau kita melakukan operasi plastik kanan kiri, ada sayatan simetrik, kalau operasi mata dua-duanya. Kesimpulan bukan hanya dari foto, tapi mencocokan dari keterangan tweet Fadli Zon. Kalau dilempar ada lecet. Dan luka itu ada khas operasi," ujar dia.
Setelah itu, keyakinan Tompi terbukti ketika Ratna mengaku telah berbohong dan menggelar konferensi pers pada 3 Oktober 2018.
" Dan sorenya Bu Ratna konpres dan mengakui itu bedah plastik. Jadi secara benarnya pengakuan dari yang bersangkutan," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya