Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PP Muhammadiyah (Liputan6.com/Switzy Sabandar)
Dream - Perhelatan Pemilihan Umum 2019 baru saja berlangsung. Saat ini, masyarakat Indonesia tengah menunggu hasil perhitungan perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Terkait hal ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak semua pihak untuk memulihkan suasana usai Pemilu. Gesekan yang terjadi saat Pemilu hendaknya dilupakan sehingga suasana bisa kembali damai.
" Muhammadiyah mendorong semua pihak menggerakan masyarakat kembali ke aktivitas rutinnya," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Selasa 23 April 2019.
Haedar mengatakan, para pihak yang tidak sepakat dengan hasil Pemilu 2019 hendaknya tidak tidak melakukan mobilisasi massa dan lebih memilih menyelesaikan lewat jalur hukum.
Selain itu, panasnya suasana akibat pemilu dapat diredam oleh semua pihak, terutama pasangan calon presiden-calon wakil presiden beserta para pendukungnya.
" Kami percaya bahwa mayoritas masyarakat dan para tokoh di negeri ini ingin pemilu berakhir dengan baik, dengan sukses dan satu-satunya jalan, saya yakin juga semua berpaham ke situ," kata Haedar.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyampaikan hal senada. Menurut dia, merupakan tanggung jawab bersama terutama para pemimpin ormas Islam untuk mendukung terciptanya suasana kondusif usai Pemilu 2019.
" Pentingnya pemimpin Ormas Islam mendukung terciptanya situasi yang kondusif pasca Pemilu, terutama dinamika politik terkait pemilihan presiden dan wakil presiden," kata Mu'ti.
Sebelumnya, Haedar dan Mu'ti bersama sejumlah pimpinan ormas dan tokoh Islam lainnya bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Senin malam, 22 April 2019. Silaturahmi tersebut digelar untuk bersama mendorong penyelesaian sengketa pemilu lewat Mahkamah Konstitusi (MK) serta menciptakan kembali suasana damai.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya