Pindah Rumah Gara-gara Diusir Caleg Gagal

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 22 April 2019 14:13
Pindah Rumah Gara-gara Diusir Caleg Gagal
Rumahnya ikut dipindah dengan cara digotong.

Dream - Warga Desa Kalu-kaluku, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Ahmad, harus merasakan nasib pahit. Dia diusir dari hunian oleh seorang calon legislatif yang tidak terpilih dalam Pemilu 2019.

Ahmad tinggal menumpang di atas lahan milik si caleg. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu tinggal di rumah panggung berbahan kayu. Rumah panggung itu sudah ditempati bersama istri dan satu anak selama tujuh tahun lamanya.

Kabar pengusiran itu diterima Ahmad pada Jumat, 19 April 2019, dua hari usai coblosan. Dia diminta untuk angkat kaki dari lahan milik si caleg yang tidak mendapatkan perolehan suara memadai.

Uniknya, Ahmad tidak sekadar mengemasi barang-barangnya. Tetapi, dia dibantu sekitar 20 warga mengangkat rumah kayunya ke tempat lain yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Pemindahan itu terjadi pada Minggu, 21 April 2019 sekitar pukul 12.30 WITA. Menggunakan bambu dan kayu, Ahmad bersama para warga menggotong rumah tersebut.

" Dipindahkan sejauh 30 meter lebih dari tempatnya semula, kita pikul ramai-ramai," ujar salah satu warga, Jefri, dikutip dari Liputan6.com, Senin 22 April 2019.

1 dari 2 halaman

Sudah Tradisi

Menurut Jefri, lahan baru yang ditempati rumah Ahmad adalah milik saudara kandungnya. Ahmad diizinkan tinggal di lahan tersebut sampai mendapatkan lahan sendiri.

" Nama adik saya Basra, dia juga petani," kata Jefri.

Jefri kemudian menjelaskan sudah menjadi kebiasaan warga kampungnya untuk bersama-sama memikul rumah orang yang pindahan.

Jika rumah panggung, bambu dan kayu diletakkan di bawah lantai untuk kemudian diangkat.

" Setelah itu, kita angkat. Biasa juga ada warga yang kita bantu sampai ratusan meter kita pindahkan," ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

Sudah Berusaha Memenangkan, Tapi...

Si pemilik rumah sendiri, Ahmad, membenarkan rumahnya digotong warga. Dia juga mengakui telah diusir oleh caleg yang lahannya dia tempati, namun enggan menyebut namanya.

" Memang benar. Namun saya ikhlas karena bukan tanah milik saya," ucap Ahmad.

Ahmad bercerita, pemicu pengusiran dirinya oleh pemilih lahan lantaran si caleg tidak mendapatkan suara maksimal di Dapil II Kabupaten Kolaka Utara. Akibatnya, si pemilik lahan tidak bisa jadi anggota legislatif.

" Pas Jumat, tiba-tiba muncul pemberitahuan jika saya harus pindah secepatnya. Saya tak bisa menolak karena bukan lahan saya," ucap dia.

Ahmad pun mengaku sudah mencoba memenangkan caleg tersebut. Sayangnya, caleg itu tetap tidak mendapatkan suara maksimal.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Beri Komentar
Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary_mark