Pandji Pragiwaksono Akhirnya Pilih Jokowi, Alasannya Mengejutkan

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 23 April 2019 07:29
Pandji Pragiwaksono Akhirnya Pilih Jokowi, Alasannya Mengejutkan
Ini penilaian Pandji Pragiwaksono terhadap Jokowi dan Prabowo Subianto. Ini poin plus Jokowi di mata Pandji.

Dream - Pandji Pragiwaksono akhirnya buka suara terkait pilihannya dalam Pilpres 2019. Komika itu membuat pengakuan lewat video yang diunggah ke Youtube.

" Oke seperti yang saya janjikan, sekarang saatnya saya mengumumkan siapa yang gue pilih di pemilihan presiden 2019 ini," tutur Pandji dalam video yang diunggah ke Youtube, Senin 22 April 2019.

Dalam keterangan video itu Pandji menulis video ini dibuat sebelum hasil Pilpres 2019 diketahui. " Presiden republik indonesia pilihan gue adalah Bapak Joko Widodo. Mari gue kasih tahu alasannya," tambah Pandji.

Pandji mengaku sebelumnya telah mengunggah video tentang sejumlah poin yang menjadi pertimbangannya memilih presiden. Dia menyebut ada empat poin.

Poin pertama adalah karakter kepimpinan. Ke dua rekam jejak. Ke tiga adalah program dan gagasan. Sementara ke empat adalah suara hati. " Bukan alasan, tapi kalau lo diam terus tanya ke hati lo, hati lo jawab siapa."

1 dari 4 halaman

Tak Emosional

Soal kepemimpinan, Pandji mengaku tidak suka dengan gaya kepemimpinan yang keras. Dia tidak pernah memilih pemimpin yang tidak bisa mengontrol diri.

" Prinsip yang gue pakai di dunia entertainment, kalau lo tidak bisa mengontrol diri lo, tidak bisa mengatur acara. Kalau lo ngga bisa mengatur diri lo, lo ngga bisa mengatur acara," kata ddia.

Prinsip itu juga dia terapkan dalam memilih presiden. Dia mengaku tidak pernah memilih orang yang emosional.

Prinsip ini sudah dia pegang sejak zaman Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, SBY merupakan sosok yang tenang dan cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan.

" Pak Jokowi seperti itu, Mas Anies (Gubernur DKI) seperti itu, dan kali ini Pak Jokowi seperti itu," tambah dia.

2 dari 4 halaman

Tak Sulut Kebakaran

Pandji menegaskan dirinya tidak pernah setuju dengan pendapat yang menyebut rakyat Indonesia harus dipimpin dengan sifat keras. Menurut dia, pendapat itu sama saja menghina rakyat Indonesia.

" Dan dari alasan itu aja, gue lebih cenderung memilih Pak Jokowi daripada Pak Prabowo, kerena gue masih pegang prinsip yang sama," kata dia.

" Kalau lo tahu lagi musim kering, panas banget, jangan masuk hutan sama orang yang merokok alias jangan masuk ke area berbahaya dengan orang yang bisa menyulut kebakaran," tambah Pandji.

3 dari 4 halaman

Adaptif

Pertimbangan lain adalah adaptif terhadap perubahan. Pandji melihat Prabowo sebagai orang yang konsekuen. Kata dia, Prabowo cenderung saklek. " Tapi juga menggambarkan beliau tidak adaptif," ujar Pandji.

" Nah, Pak Jokowi kendatipun, istilahnya, rada-rada mencla-mencle, gue ngerasa Indonesia zaman sekarang, dunia zaman sekarang, 2019, kita butuh orang yang terbuka terhadap kebaruan," taambah dia.

Menurut dia, Prabowo tidak pernah berubah narasinya. Untuk orang seusia Prabowo, maupun Ma'ruf Amin yang menjadi pasangan Jokowi, sangat susah untuk berubah.

4 dari 4 halaman

Selengkapnya Lihat di Video Ini

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary