Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Hanya Tinggal Di Tenda Kecil, Seorang Ayah Mampu Besarkan 3 Anak Hingga Sarjana. Sumber Foto (facebook/Bro Misai)
Dream - Kehidupan bahagia sering digambarkan sebagai bisa menempuh pendidikan yang tinggi dengan mendapat berbagai fasilitas pendukung dari orangtua. Mungkin kamu berpikir kondisi ideal itu hanya bisa didapatkan jika kita hidup di keluarga yang kaya.
Anggapan kalian tak sepenuhnya benar! Seorang ayah bernama Radzuan bin Ismail di Malan, Dangi, Malaysia mampu menyekolahkan tiga anaknya hingga perguruan tinggi.
Namun Radzuan bukanlah bangsawan atau jutawan, bahkan rumahnya pun terbilang sangat sederhana dan kecil.
Radzuan bersama 6 orang anaknya hanya tinggal di sebuah tenda kecil bersama dengan seorang adiknya yang bergelar PhD atau doktor filisofi adalah gelar akademik tertinggi pada banyak bidang keilmuan.
Tapi siapa yang sangka di balik tenda yang sederhana itu, ternyata Radzuan mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi seorang sarjana.

Dikutip dari ohmymedia melalui brilio.net, Kisah Radzuan itu bermula dari Maznah, adik dari Radzuan bin Ismail. Maznah yang baru bisa kembali ke kampung halamannya setelah dikarantina di kampus selama masa pandemi corona saat Malaysia menerapkan kebijakan lockdown.
Kisah ini menjadi perbincangan setelah seorang pengemudi yang mengantar Maznah binti Ismail, pulang kampung. Sang pengemudi pun kaget lantaran Maznah yang merupakan mahasiswa program Ph.D Universitas UTM pulang ke rumah yang hanya berbentuk tenda kecil.


Dari kisah yang dibagikan pengguna Facebook, Bro Misai, Radzuan tinggal di tenda bersama istri dan enam anaknya. Ia juga bekerja di Kilang Sawit di Batu 10 dan tidak mampu mendirikan rumah baru.
Gaji yang diperolehnya hanya 1.200 ringgit Malaysia dalam sebulan, sedangkan ia harus menyekolahkan enam orang anaknya.
Tenda ini didirikan di atas bekas rumah orangtua Maznah dan Radzuan yang terbakar pada tahun 2015. Sayangnya dengan pendapatan yang minim, Radzuan belum bisa mendirikan rumah yang layak untuk keluarganya.
Setiap ayah tentu akan melakukan apapun untuk memastikan anak-anaknya hidup secara layak. Perjuangannya pun tak kenal lelah bahkan rela berkorban diri demi buah hatinya, termasuk masa depan mereka.
Begitupun Radzuan, meski hidup pas-pasan, Radzuan ingin anak-anaknya kelak menjadi orang-orang yang hebat. Anak Radzuan yang berusia 22 tahun kini berkuliah di UIAM, Gombak. Anak keduanya sudah lulus dari pendidikan sarjana muda di Universitas Teknikal Malaysia.
Anak ketiganya lulus dari Politeknik Sultan Idris, Sabak Bernam, Selangor. Sementara tiga anak lainnya bersekolah di jenjang dasar menengah.
Sebelumnya, Radzuan dan Maznah telah mengajukan permohonan untuk mendapat sebuah rumah dari Program Perumahan Rakyat Termiskin (PPRT) kepada pemerintah Malaysia. Sayangnya, permohonan tersebut tidak kunjung dikabulkan.
Namun, setelah kisah Radzuan ini menjadi viral, beberapa pihak segera mengulurkan bantuannya untuk memperbaiki rumahnya supaya lebih layak.



Mendengar kisah inspiratif ini sejumlah warganet pun merasa iba juga terkesan akan perjuangan Radzuan yang bisa mendidik anak-anak dan keluarganya hingga menjadi seorang sarjana.
“ Beginilah perjuangan seorang ayah yg ingin anak2nya sukses sampai akhir hayatnya dan sukses dalam hidup sehingga rela hidup di tenda demi melihat kesuksesan anak2nya hanya allah yg tau bagaimana isi hati seorang ayah Demi kesuksesan anak-anak. Jadi pikirkanlah betapa besarnya pengorbanan seorang ayah rela hidup. Demi kesuksesan anak-anak,” tulis akunRoslansamat.
“ Subhanallah berat mata memandang berat lg bahu yg memikulnya..semoga pihat berwajib jlnkan tugas yg d AMAHKAN sebaik mgkin Amin....,” tulis akun Rini Mazlan.
“ Orang susah tapi bisa didik anak pandai2 dengan keadaan serba kekurangan..hebat2, takbir,” tulis akun Ahmad Saad.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam