Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Pesan Terakhir Di Saat Sahur Sebelum Jadi Korban Tabrak Lari. (Foto: Twitter @tinylilmunchkin)
Dream - Semua rencana sekarang hanya tinggal kenangan. Itulah ungkapan sedih gadis Malaysia bernama Nurul Husna Aini Mohd Hamdan.
Menurut gadis yang akrab disapa Una itu, sahabatnya meninggal dunia karena kecelakaan tabrak lari pada Sabtu sore pekan lalu.
Una mengatakan insiden pada hari kedua Ramadhan yang menimpa Siti Nurul Jannah Hanisah Mohd Hyder itu meninggalkan kesedihan mendalam baginya.
" Kami sudah bersahabat sejak kelas enam. Saya dapat tahu dia meninggal pada malam sebelumnya, seorang teman sekelas memberitahu saya," ujar Una.
Una sendiri tidak percaya sahabatnya itu pergi untuk selamanya. Dia begitu sulit menerima kenyataan itu. Begitu banyak kenangan semasa sekolah dulu.
" Selalu mampir ke rumahnya, bantu masak. Dia mengalami kecelakaan saat mengirim pesanan makanan ke pelanggan. Dia jualan nasi biryani," tutur Una.
Menurut Una, almarhumah mengunjungi rumahnya dua hari sebelum dia meninggal. Waktu itu, mereka hanya sempat mengobrol selama lima menit.
" Dua hari sebelum pergi untuk selamanya, dia datang ke rumah saya. Kasih ramen, karena sudah lama saya ingin makan ramen," kata Una.
Namun Una sangat menyesal di hari kematian sahabatnya. Pada saat itu, sahabatnya mengirim pesan untuk membangunkan sahur.
" Tapi waktu itu saya tidak sahur, dan saya juga terlambat membalas pesannya," ujar Una sambil terisak.
Yang membuat Una semakin sedih adalah rencana mereka untuk membuka bisnis katering bersama jadi buyar.
" Jika Perintah Kawalan Bergerak (lockdown) berakhir, kami berencana membuka bisnis katering," kata gadis 20 tahun ini.
Menurut mahasiswi Taiping Community College ini, pelaku tabrak lari di Sungai Siput, Perak, tersebut belum ditangkap.
Postingan Una di Twitter menjadi viral setelah menerima lebih daripada 15 ribu retweet dan ribuan komentar dari netizen.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

