Penyebab Kematian Kawanan Burung Pipit di Bali Terkuak, Ini Hasil Labnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 17 September 2021 19:00
Penyebab Kematian Kawanan Burung Pipit di Bali Terkuak, Ini Hasil Labnya
Dugaan kuat karena hujan lebat.

Dream - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Gianyar, Bali, menyatakan, uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Kelas I Denpasar mengenai penyebab kematian kawanan burung pipit yang beberapa waktu lalu berjatuhan tidak menemukan potensi penyakit infeksius.

" Artinya, kematian itu tidak disebabkan mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Gianyar, Made Santiarka.

Santiarka menjelaskan ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kematian kawanan burung pipit tersebut. Seperti fenomena alam mengingat hujan turun lebat atau burung kekurangan oksigen.

" Bisa karena habis memakan makanan yang beracun, itu perkiraannya," kata dia.

Dia kemudian menerangkan faktor hujan yang lebat bisa mengurangi pasokan oksigen. Santiarka mengistilahkan dengan orang tenggelam yang kesulitan bernapas akibat terlalu banyak air.

" Karena hujan lebat, dia kan terguyur air banyak sekali. Hasilnya ya mengarah ke tidak infeksiun, itu saja hasilnya," terang Santiarka.

1 dari 6 halaman

Tak Ada Indikasi Penyakit

Uji laboratorium juga memeriksa potensi burung mengidap penyakit semacam flu burung (Avian influenza). Tetapi hasil yang didapat adalah negatif.

Meski demikian, kesimpulan ini masih bersifat sementara. Tim masih memperdalam pengujian untuk memastikan penyebab kematian burung-burung itu.

" Kalau diteliti lebih lanjut, kalau disebabkan karena makanan beracun, terus di mana dia waktu hidup mencari makan, kita kan tidak tahu. Sulit, buntu jadinya," kata dia.

Namun begitu, Santiarka menekankan untuk saat ini fenomena alam menjadi sebab yang paling kuat. " Kematiannya ini pas berbarengan dengan hujan lebat," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 6 halaman

Usai Bali, Kini Kawanan Burung Pipit Mati Berjatuhan di Balai Kota Cirebon

Dream - Fenomena kawanan burung pipit berjatuhan dan mati kembali terjadi. Kali ini berlangsung di Balai Kota Cirebon, Jawa Barat.

Burung-burung tersebut sebagian besar ditemukan dalam keadaan mati di dekat pohon. Hanya sedikit burung yang mampu bertahan namun dalam kondisi basah.

Petugas Balai Kota Cirebon, Prasijo Raharjo Utomo, menyatakan kejadian ini berlangsung tadi pagi. Tepatnya setelah hujan deras.

" Pohon ini memang tempat titik kumpulnya burung, biasanya banyak di sini," ujar Prasijo.

 

3 dari 6 halaman

Pertama Kali Terjadi di Cirebon

Dia mengaku tidak mengetahui penyebab kejadian tersebut. Diduga burung jatuh akibat hujan deras.

" Mungkin tiba-tiba hujan, jadi burungnya kebasahan dan pada jatuh," kata Prasijo.

Menurut dia, peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Balai Kota Cirebon. Memang, kata dia, pepohonan di Balai Kota menjadi tempat berkumpul burung-burung.

Pagi ini, hujan mengguyur Cirebon. Hujan deras turun di pagi hari, kemudian gerimis hingga menjelang siang.

Peristiwa semacam ini sebelumnya terjadi di Kabupaten Gianyar, Bali. Kawanan burung berjatuhan akibat hujan deras disertai angin, dikutip dari radarcirebon.

4 dari 6 halaman

Ini Dugaan Penyebab Kematian Kawanan Burung Pipit di Bali

Dream - Video berisi kawanan burung pipit mati jatuh berserakan di Gianyar, Bali, tengah viral di media sosial. Peristiwa ini menarik perhatian lantaran tergolong aneh dan langka,

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Gianyar, I Made Santiarka, membenarkan, peristiwa tersebut. Menurut dia, dugaan sementara penyebab jatuh dan matinya kawanan burung tersebut yaitu perubahan cuaca.

" Mungkin ada perubahan cuaca, itu diagnosis sementara, untuk diagnosis selanjutnya kita ambil sampel dan kita cek ke lab," ujar Santiarka.

Dia mengaku sudah memeriksa ke lokasi dan warga telah mengubur bangkai kawanan burung tersebut. Santiarka menjelaskan kawanan burung pipit tersebut memang bersarang di pohon asem satu-satunya di kawasan pemakaman.

5 dari 6 halaman

Dihantam Hujan Lebat dan Angin Kencang

Populasi burung pipit tersebut sangat banyak. Mereka hidup dengan bergerombol.

Sedangkan pada Kamis dini hari, 9 September 2021, Santiarka mengatakan terjadi hujan lebat dan angin kencang. Diduga, burung-burung tersebut basah kuyup dan berjatuhan hingga mati.

" Karena hujannya terlalu lebat, kan jelas ada tekanan udara rendah, dengan rendahnya tekanan udara, burungnya enggan lari," kata Santiarka.

 

6 dari 6 halaman

Berjatuhan Akibat Tak Kuat Menahan Hujan

Burung-burung itu, kata Santiarka, bertahan di pohon asem saat hujan lebat. Dia menduga air hujan membuat burung-burung itu melemah.

" Dia bertahan saja, diam dan basah kuyup, itu menyebabkan dia sakit dan mati dan memang kekuatan burung berbeda dengan kekuatan lainnya," kata dia.

Sebagian burung dilaporkan selamat. Begitu tubuhnya kering karena sinar matahari, burung-burung yang selamat terbang kembali.

" Ini peristiwa alam. Bulu burung itu sulit ditembus air, tapi saking lebatnya hujan karena banyak airnya, basah dan tidak bisa terbang," terang Santiarka, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar