Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pemerintah Malaysia melakukan tes terbaru terhadap dua produk asal Inggris, Cadbury. Hasil tes ini menetapkan bahwa produk coklat merk itu tidak mengandung DNA babi.
Temuan ini berbeda dengan hasil tes sebelumnya. Padahal, Cadbury telah menarik produk cokelat bar dari pasar Malaysia pekan lalu. Penarikan dilakukan setelah pemerintah Malaysia mengumumkan terdapat DNA babi dan masyarakat telah memboikot produk itu.
Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) menguji 11 sampel terbaru dari varian Cadbury Dairy Milk Hazelnut dan Cadbury Dairy Milk Roast Almond. Hasilnya, negatif DNA babi.
Namun, Jakim mengatakan sertifikasi halal Cadbury masih ditangguhkan. Langkah ini menunggu pemeriksaan lebih lanjut dalam penyelidikan pasokan produk ini. Jakim merupakan badan di Malaysia yang memastikan produk halal dan mengeluarkan sertifikasi halal sesuai dengan hukum Islam.
Tes sebelumnya dilakukan Kementerian Kesehatan Malaysia pada Februari lalu dengan mengambil sampel dari rak toko. Jakim menilai bisa saja produk itu terkontaminasi ketika meninggalkan pabrik.
Cadbury Malaysia di bawah Mondolez Internasional telah mendapatkan sertifikasi halal dan memiliki kerjasama dengan pemerintah untuk memenuhi pedoman halal. Menyusul pengumuman pekan lalu, sesama negara muslim seperti Indonesia dan Arab Saudi juga melakukan tes untuk produk Cadbury ini. Sementara Cadbury Indonesia tidak pernah mengimpor produk itu dari Malaysia. (Ism, Sumber: Arabian Business)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya