Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Windowscentral.com)
Dream - Maraknya kabar hoax akhir-akhir ini membuat masyarakat resah. Beragam pesan berisi kebohongan dapat dengan mudahnya disebarkan lewat media sosial seperti Facebook dan WhatsApp.
Saking sudah mengkhawatirkannya, persoalan hoax ini pun sampai mendapat perhatian khusus dari Presiden Jokowi. Presiden meminta para penegak hukum menindak tegas setiap penyebar hoax di dunia maya.
Bahkan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun gencar mengajak masyarakat dan segala komunitas untuk sama-sama menyelesaikan persoalan ini.
Ada berbagai cara yang dilakukan para oknum untuk menyebarkan kabar hoax. Salah satunya, dengan menyebarkan tangkapan layar (screenshot) dari pembicaraan di aplikasi WHatsApp.
Foto screenshot itu kemudian mereka klaim didapat dari sumber asli atau terpercaya. Lantas disebarkan lewat WhatsApp, Facebook, Twitter dan media sosial lainnya. Berita hoax tersebut akhirnya beredar dengan cepatnya di dunia maya.
© Dream
Namun, ternyata di luar cara itu, ada cara lain yang biasa digunakan para penyebar hoax, yakni dengan memalsukan percakapan WhatsApp melalui sebuah aplikasi bernama WhatsFakeApp.
Aplikasi WhatsFakeApp ini bisa diunduh di toko aplikasi daring milik Apple dan Android. Aplikasi ini memiliki tampilan dan fitur yang hampir sama dengan aplikasi WhatsApp aslinya.
Dengan aplikasi ini, seseorang bisa membuat percakapan palsu di obrolan WhatsApp. Isi percakapannya bisa disesuaikan dengan keinginan, misalnya sedang ngobrol mesra dengan pasangan.
Lalu, dalam bentuk screenshot, hasil obrolan tersebut bisa ditunjukkan ke orang lain.
© Dream
Tak hanya pesan teks saja, aplikasi yang memiliki antarmuka sederhana ini pun dilengkapi dengan beberapa fitur unik lain. Misalnya saja fitur berkirim file media (foto dan video) palsu, pesan suara palsu, bahkan tersedia juga opsi untuk menyunting status kiriman pesan (sent, delivered, dan read message) yang diterima dalam WhatsApp asli.
Selain itu, si pembuat pesan palsu bisa membuat status profil seperti sibuk, sedang pergi, atau sedang mengetik serta mengatur jam berapa pesan tersebut akan dikirimkan ke penerima.
Pada dasarnya aplikasi tersebut dibuat hanya untuk lucu-lucuan saja. Namun tidak menjadi lucu lagi jika disalahgunakan untuk kepentingan politik yang menyebabkan kerugian besar bagi orang lain.
Keberadaan WhatsFake ini sebaiknya Anda waspadai. Jika menerima tangkapan layar berisi percakapan WhatsApp yang tidak jelas, sebaiknya diklarifikasi langsung kepada mereka yang disebut melakukan percakapan.
(Sumber: beritagar.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya