Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Masjid
Dream - Pemerintah Malaysia murka gara-gara aksi dua orang wanita yang berpose di depan masjid yang menjadi destinasi wisata terkenal negeri jiran itu. Kedua wanita itu mengundang kontroversi setelah melakukan aksi tak santun di depan masjid.
Akibat ulahnya, Malaysia melarang para turis untuk mengunjungi masjid terkenal itu untuk sementara.
Dikutip dari Express.co.uk, kedua wanita berpakaian minim beraksi bak penari seksi di depan masjid. Aksi itu diketahui setelah video rekaman saat mereka bergoyang viral di media sosial.
Dua orang penari seksi itu diketahui beraksi di atas dinding pagar Masjid Bandaraya di Kota Kinabalu, Sabah. Sementara seorang teman mereka merekam aksi yang dianggap melecehkan tempat ibadah itu.

Kelompok-kelompok Islam di Malaysia marah atas aksi kedua penari seksi di masjid yang merupakan destinasi wisata ikonik di Kota Kinabalu itu.
"Kenapa mereka tidak jatuh saja dari atas pagar," kata seorang warga lokal dalam video tersebut.
Ketua Masjid, Datuk Jamal Sakaran, menegaskan bahwa destinasi wisata itu sekarang tertutup bagi wisatawan setelah kasus yang menghebohkan itu.
“Kami segera menutup masjid bagi wisatawan. Semua mobil penumpang tidak diizinkan membawa wisatawan ke dalam kompleks masjid," jelas Datuk Jamal.
Dia juga mengatakan bahwa tindakan wanita itu disesalkan karena ada informasi bagi wisatawan tentang bagaimana berperilaku di kompleks masjid.
Tak butuh waktu lama, kedua wanita itu ditangkap oleh polisi. Kepala Polisi Karamunsing, ACP M. Chandra, mengatakan kepada Borneo Post bahwa kedua wanita itu ditangkap di sebuah hotel sekitar jam 11 pagi pada Rabu kemarin.
“Mereka dibawa ke markas polisi Karamunsing untuk penyelidikan lebih lanjut. Mereka juga didenda di Pengadilan Kota Kinabalu. Masing-masing membayar denda sebesar 25 ringgit (Rp 88 ribu),” jelas Chandra.
Chandra menjelaskan bahwa kedua wanita, yang ternyata adalah instruktur tari, meminta maaf. Mereka mengklaim tindakan tersebut 'murni untuk menghibur diri sendiri'.
Banyak wisatawan pergi ke ibu kota negara bagian Sabah itu sebagai pintu masuk untuk menuju ke Kalimantan.
(Sumber: Express.co.uk)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
