Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi: SHUTTERSTOCK
Dream - Ternyata, kelainan aneh para penggasak pakaian dalam wanita tidak hanya terjadi pada manusia. Sekelompok monyet di Malaysia ini juga menderita penyakit yang sama.
Sekelompok monyet tidak hanya merusak tanaman dan mengambil makanan, tetapi juga mencuri pakaian dalam wanita.
Kejadian aneh tersebut dilaporkan media lokal semakin merajalela di Kampung Titi Gantong, Bota Kiri, Ipoh, Malaysia.
Menurut warga, akhir-akhir ini, terutama yang wanita, kehilangan banyak pakaian dalam mereka. Salah satu warga bernama Nur Safiqah Mohd Azahar mengaku permasalahan ini sudah berlangsung lama.
Namun dalam dua tahun terakhir ini, ulah nakal para monyet ini semakin menjadi sehingga banyak warga yang mulai merasa takut.
Menurutnya, monyet-monyet itu tidak hanya menghancurkan tanaman dan mengambil makanan warga. Tapi ada beberapa kejadian di mana binatang liar itu mencuri pakaian dalam wanita.
" Sebelum ini kami mengira pelakunya adalah orang. Namun tidak disangka monyet-monyet itu yang mencurinya, dan saya pernah melihatnya sendiri.
" Saya kira monyet-monyet itu lebih suka pakaian dalam wanita ketimbang pria. Sebab kami pernah mencoba meletakkan pakaian dalam pria namun mereka tidak mengambilnya," jelas wanita 23 tahun ini.
Selain itu..
© Dream
Dream - Nur Safiqah mengatakan, binatang tersebut akan datang secara berkelompok dan bertindak agresif sehingga warga merasa tidak aman dan takut. Mereka juga heran mengapa bra dan celana dalam wanita menjadi sasarannya.
" Ibu saya pernah dikejar oleh sekelompok monyet sampai jatuh. Karena kami tidak tahan, kami sudah melapor kepada Perhilitan (Departemen Margasatwa dan Taman Nasional).
" Perangkap telah dipasang di belakang rumah kakek saya, tapi binatang itu masih berani untuk datang ke sana," kata Nur Safiqah lagi.
Warga lainnya, Junaidah Mohd Salleh, mengaku tanamannya seperti pisang, umbi dan serai sering dirusak binatang itu sampai ia tidak dapat merasakan hasil panennya.
" Monyet-monyet itu juga suka berlari di atap. Saya akan menutup pintu dan jendela jika tinggal sendirian agar supaya aman," kata wanita 50 tahun itu.
Sementara itu...
© Dream
Dream - Sementara itu, Wakil Rektor Universiti Pendidikan Sultan Idris, Datuk Dr. Mohammad Shatar Sabran, yang merupakan warga asli kampung itu, mengatakan bahwa kelainan monyet-monyet tersebut membawa ancaman keamanan kepada penduduk setempat.
Mohammad Shatar yang pulang ke rumah untuk mengunjungi ibunya mengatakan, perangkap telah ditempatkan di belakang rumah keluarganya sejak Jumat dan sampai sekarang delapan monyet telah tertangkap.
" Situasi ini sangat mengkhawatirkan para wanita. Saya sendiri sebagai seorang anak ikut khawatir dengan keadaan ibu saat anggota keluarga lainnya bekerja. Monyet-monyet itu agresif.
" Namun dalam kondisi seperti ini warga juga tidak boleh bertindak sendiri. Karena itu dianjurkan untuk membuat laporan ke Perhilitan dan semoga masalah ini cepat segera teratasi," katanya.
(Sah/Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya