8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Ilustrasi Ikan Oarfish (middleeastonline.com)
Dream - Masyarakat Majene, Sulawesi Barat, dihebohkan dengan kemunculan seekor ikan oarfish. Ikan yang identik sebagai penanda gempa bumi itu tertangkap kail pancing nelayan pada Jumat pekan lalu.
Dikutip dari mandarnews.com, Senin, 19 Juni 2017, ikan berbadan pipih itu memiliki panjang mencapai tiga meter. Ikan tersebut memiliki sirip di bagian atas mulai kepala hingga ekor berwarna merah.
Ikan tersebut sempat dilelang di tempat pelelangan ikan setempat. Tetapi, tidak ada satupun orang yang mau membeli lantaran bentuk ikan tersebut yang aneh sehingga dijuluki ikan monster.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Majene, Mithhar mengaku berada di lokasi pelelangan saat itu. Karena tidak ada yang mau membeli, kata dia, nelayan yang menangkap ikan tersebut memutuskan membagikannya secara gratis.
" Wah, habis tadi itu, tadi dipotong-potong dibagi karena tidak ada yang mau beli," ujar Mithhar.
© Dream
Peneliti Maritim asal Polewali Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin, mengatakan ikan yang ditemukan di perairan Majene tersebut memiliki tulang sejati. Jika mati, kata dia, ikan akan meninggalkan bekas berupa tulang.
" Bertulang sejati itu artinya betul-betul ada tulangnya. Kalau mati, ada tulangnya meski ikan membusuk. Beda dengan ikan hiu dan ikan pari yang bertulang rawan," kata Ridwan.
Selain itu, kata dia, ikan tersebut dijuluki naga dari laut. Meski demikian, ikan yang memiliki nama ilmiah Regalecus glesne ini tidak berbahaya bagi manusia.
© Dream
Habitat ikan ini adalah laut dalam, dengan kedalaman mencapai 1 kilometer. Namun demikian, kata Ridwan, tidak tertutup kemungkinan ikan itu hidup di perairan dangkal.
Terkait dengan mitos penanda gempa, Ridwan mengatakan kemungkinan itu selalu ada. Apalagi Sulawesi merupakan lokasi lempeng bergerak.
" (Kemungkinan) ada di perairan Majene. Kan Selat Makassar itu laut dalam. Dan kalau dikaitkan dengan gempa juga bisa sebab Sulawesi itu salah satu lempeng yang bergerak," kata Ridwan.(Sah)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi