Heboh Merek Miras di Malaysia Dikecam karena Dianggap Lecehkan Nama Wanita Melayu

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 29 Oktober 2021 08:01
Heboh Merek Miras di Malaysia Dikecam karena Dianggap Lecehkan Nama Wanita Melayu
Persoalan dipicu dari merek Timah, yang dikonotasikan sebagai panggilan untuk Fatimah, nama wanita yang akrab digunakan di Malaysia.

Dream - Pabrik minuman keras asal Malaysia mendapat kecaman dari parlemen di negaranya. Pemicunya adalah merek yang diproduksi pabrik tersebut, Timah, dianggap melecehkan nama wanita Melayu.

Kecaman itu berasal dari sejumlah anggota parlemen dari Partai Islam Se-Malaysia (PAS). Mereka meminta manajemen pabrik untuk mengganti merek minuman tersebut.

Anggota Parlemen Malaysia, Rusnah Aluai, menilai merek tersebut memberikan citra buruk terhadap wanita Melayu. Dia menggambarkan seolah-olah mengonsumsi minuman keras berupa wiskey yang dibuat pabrik tersebut seperti 'meminum wanita Melayu'.

Di Malaysia, kata 'Timah' merupakan panggilan pendek dari nama wanita Fatimah. Dari pemahaman inilah muncul desakan agar merek minuman tersebut diganti.

 

1 dari 2 halaman

Gambar Pria di Label Minuman

Selain soal merek, Rusnah juga mempersoalkan gambar pria di label minuman tersebut, yang dikenali sebagai Captain Speedy. Gambar pria itu terlihat mengenakan kopiah yaitu tutup kepala khas pria Muslim.

" Saya ingin mengatakan bahwa itu benar-benar membingungkan karena merek itu menyertakan foto Capt Speedy yang memakai kopiah," ucap Rusnah.

" Apakah tidak ada foto Capt Speedy dengan topi lain yang bisa mereka gunakan?" kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Penjelasan Produsen

Terkait masalah merek ini, produsen minuman keras tersebut memberikan penjelasan di laman Facebooknya pada 16 Oktober 2021. Mereka menyatakan merek Timah merupakan penghormatan terhadap sejarah panjang penambangan timah di Malaya.

Sedangkan pria yang gambarnya terdapat dalam label tersebut adalah Captain Tristram Speedy (1836-1911). Dia adalah perwira Inggris di Malaya yang pernah memerintah pada era kolonialisme Inggris.

Beberapa kalangan dari komunitas Muslim telah menyuarakan penentangan terhadap penggunaan nama untuk minuman beralkohol. Bahkan ada yang mengajukan laporan ke kepolisian, dikutip dari Straits Times.

Beri Komentar