Indonesia Positif Corona, Ini Pencegahan Versi WHO

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 2 Maret 2020 13:40
Indonesia Positif Corona, Ini Pencegahan Versi WHO
Perhatikan empat perlindungan diri ini.

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagikan informasi terbaru mengenai wabah virus corona, Covid-19.

Ada beberapa langkah dasar perlindungan diri terhadap Covid-19 yang dibagikan WHO. Beberapa langkah tersebut diantaranya:

1. Cuci Tanganmu Sesering Mungkin

Perlindungan diri dari virus corona© WHO

Perlindungan diri dari virus corona

Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dan bersihkan tanganmu dengan bahan berdasar alkohol atau dengan sabun dan air.

Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tanganmu.

2. Buat Jarak dengan Orang Lain

Pertahankan jarak setidaknya 1 meter antara kamu dan siapa saja yang batuk atau bersin.

Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika kamu terlalu dekat, kamu bisa menghirup tetesan air, termasuk virus Covid-19.

1 dari 5 halaman

Jangan Bersin Dekat-dekat

3. Hindari Sentuhan ke Mata, Hidung dan Mulut

Perlindungan diri dari virus corona© WHO

Perlindungan diri dari virus corona

Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat memiliki virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuatmu sakit.

4. Jauhkan Bersin dari Orang Dekatmu

Perlindungan diri dari virus corona© WHO

Perlindungan diri dari virus corona

Pastikan, orang-orang di sekitarmu, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidungmu dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat dia batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas batuk atau bersin.

Tetesan dari batuk dan bersih bisa menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernapasan yang baik, kondisi itu dapat melindungi orang-orang di sekitar seperti flu, flu dan Covid-19.

Jika kamu mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, cari perawatan medis sejak dini tetap di rumah. Kalamu kamu mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

Tetap terinformasi dan ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan di sekitarmu. Selain itu, tetap cari informasi tentang perkembangan terbaru tentang Covid-19. Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang apakah Covid-19 menyebar di daerahmu.

2 dari 5 halaman

Sebaran Corona di Luar China Meningkat: Iran, Italia, dan Korsel Waspada

Dream - Sebaran kasus infeksi virus corona, Covid-19, di luar dataran China meningkat pesat sejak 28 Februari 2020.

Berdasarkan data Johns Hopkins- The Centre for Systems Sains and Engineering (JHU-CSSE) peningkatan kasus infeksi Covid-19 melonjak 3.700 kasus sejak 28 Februari 2020.

Pada 28 Februari 2020, tercatat kasus infeksi sebesar 5,3 ribu orang. Sementara itu hari ini, 2 Maret 2020, data pukul 10.23 WIB, kasus infeksi mencapai 9 ribu orang.

Kematian terbesar di luar dataran China tercatat di Iran, Italia, serta Korea Selatan. Di Iran, kematian akibat Covid-19 tercatat mencapai 54 orang. Jumlah kematian itu terjadi pada 978 pasien dalam kasus infeksi Covid-19.

Data sebaran virus Corona di luar China© Istimewa

Data sebaran virus Corona di luar China

Sementara itu, di Italia, dari 1.694 kasus, terdapat 34 kematian. Adapun Korea Selatan, yang mencatat terjadinya 4.212 kasus, terdapat 22 yang meninggal dunia.

Kasus sebaran Covid-19 di China telah mencapai 80.026. Dari jumlah tersebut, 44.463 pasien dinyatakan sudah sembuh.

Sementara itu, 2.912 orang yang menderita Covid-19 dinyatakan meninggal dunia. Kematian terbesar berada di pusat sebaran awal Covid-19, Provinsi Hubei dengan 2.803 kematian.

Corona© Corona

(Sumber: Johns Hopkins- The Centre for Systems Sains and Engineering, JHU-CSSE)

Beberapa negara tetangga Indonesia, misalnya Singapura, Malaysia, Australia, Filipina, hingga Vietnam kini juga masih berjuang menghadapi sebaran Covid-19. Indonesia saat ini belum melaporkan gejala Covid-19.

 

3 dari 5 halaman

Kenapa Indonesia Tidak Ada?

Dilaporkan Merdeka.com, anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menyebut, ada tiga kemungkinan mengapa virus Corona belum dilaporkan terjadi di Indonesia.

Pertama, dia menduga bahwa pasien positif corona tak melaporkan kondisinya ke rumah sakit. Kedua, kemungkinan terjadinya kesalahan deteksi.

Ketiga, adanya ketidakcocokan antara standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan program yang dikembangkan Indonesia. Sehingga, virus corona tak terdeteksi.

Namun, Hermawan menilai instrumen kesehatan di Indonesia sebenarnya telah memadai. Misalnya, pusat pengendalian penyakit menular yang dimiliki seluruh Dinas Kesehatan.

" Dan kita punya profesi yang namanya tenaga survilens dan juga epinolog. Artinya human resources kita sebenarnya cukup melakukan early detection, melakukan kajian-kajian lapangan. Bahasa kita helath intelegen," jelas dia.

4 dari 5 halaman

TKW Ilegal di Taiwan Positif Corona

Dream - Seorang pengasuh asal Indonesia terinfeksi virus corona, Covid-19, di Taiwan. Pekerja migran itu membagikan pengalamannya di bangsal isolasi Taiwan, melalui video di media sosial, Facebook dan TikTok

Dilaporkan Taiwan News, pengasuh asal Indonesia itu diumumkan menjadi pasien virus corona ke-32 di Taiwan pada Rabu, 26 Februari 2020.

Pihak berwenang percaya bahwa pengasuh, yang berusia 30-an, terjangkit virus saat mengunjungi pasien ke-27 untuk mengkonfirmasi dengan penyakit yang diderita.

Pasien ke-27 yaitu seorang pria lanjut usia berusia 80-an dan di rumah sakit New Taipei. Dia merawat pria itu mulai 11 hingga 16 Februari sebagai pekerja migran tidak berdokumen.

Central Epidemic Command Center (CECC) mencatat bahwa wanita itu bepergian dengan kereta api dan bus (Rute 38) antara distrik Shulin dan Banciao New Taipei selama beberapa kali dari 16 hingga 19 Februari 2020.

5 dari 5 halaman

Pemerintah Akan Pantau

Pada 18 Februari 2020, dia bertemu dengan seorang teman yang berkunjung dari Kaohsiung.

Orang Indonesia kemudian pindah ke rumah sakit lain untuk melayani sebagai pengasuh, tanpa disadari menempatkan orang lain pada risiko infeksi.

Dia ditemukan oleh polisi di rumah sakit pada 24 Februari dan segera dikirim ke karantina dan diuji.

Dua hari kemudian, dia didiagnosis dengan virus dan sejak itu telah menjalani perawatan di bangsal isolasi.

Namun, pasien membawa Facebook dan Tik Tok untuk menyiarkan langsung pengalaman itu dan mengungkapkan informasi wajah dan rumah sakitnya kepada pemirsa.

Sementara itu, dilaporkan Liputan6.com, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mengatakan telah menerima informasi dari otoritas Taiwan mengenai seorang pekerja migran Indonesia yang terkonfirmasi positif kasus Covid-19.

" Pekerja migran tersebut berstatus undocumented dan bekerja merawat orang tua. Saat ini yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi di rumah sakit di Taipei dan kondisinya stabil," jelas pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan tertulisnya.

KDEI Taipei sejauh ini telah berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Taiwan, untuk memastikan yang bersangkutan ditangani sebaik mungkin.

" Dan akan terus memantau secara dekat kondisi PMI tersebut," jelas pihak Kemlu.

Beri Komentar