Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wuhan
Dream - Tim investigasi Covid-19 WHO yang sempat ke Wuhan menyatakan adanya hipotesis baru mengenai asal usul penyebaran SARS-CoV-2. Dari hasil temuan yang didapat, tim menghasilkan hipotesa Covid-19 ditularkan kepada manusia oleh kelelawar melalui hewan lain.
Hipotesa ini dianggap sangat memungkinkan untuk menjelaskan bagaimana pandemi bisa terjadi. Sementara hipotesa sebelumnya yang menyebut adanya kebocoran di laboratorium Wuhan dianggap sangat tidak mungkin.
Para ahli percaya virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 berasal dari kelelawar. Satu teori yang diteliti adalah virus melompat langsung dari kelelawar ke manusia dan dalam laporan akhir menentukan skenario ini " mungkin terjadi" .
Skenario yang lebih mungkin, berdasarkan temuan pada laporan tersebut, virus pertama kali melompat dari kelelawar ke hewan lain. Kemudian, hewan itu menginfeksi manusia.
" Meskipun virus sangat terkait dekat telah ditemukan pada kelelawar, jarak evolusi antara virus kelelawar ini dan SARS-CoV-2 diperkirakan beberapa dekade, menunjukkan adanya mata rantai yang hilang," kata laporan itu.
" Skenario termasuk pengenalan melalui inang perantara dianggap sangat mungkin terjadi," lanjut laporan tersebut.
Tetapi, laporan itu tidak menyimpulkan hewan mana yang pertama kali memungkinkan virus untuk melompat ke manusia.
Sementara itu, laporan tersebut tidak mengesampingkan hipotesis yang menyatakan penularan terjadi melalui makanan beku. Ini karena virus ttampaknya dapat bertahan hidup pada suhu beku, dengan menyatakan " pengenalan melalui produk rantai makanan / dingin dianggap mungkin" .
Terakhir, laporan tersebut memeriksa gagasan kebocoran laboratorium dari, misalnya, Institut Virologi Wuhan. Teori ini dipromosikan oleh pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump.
Temuan yang didapat menunjukkan fakta tidak ada catatan virus apa pun yang menyerupai SARS-CoV-2 di laboratorium mana pun sebelum Desember 2019. Serta menekankan tingkat keamanan yang tinggi di laboratorium di Wuhan.
" Asal pandemi di laboratorium dianggap sangat tidak mungkin," bunyi laporan itu, dikutip dari Channel News Asia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya