Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Heboh Bola Api Melintas di Langit Australia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Sabtu, 1 September 2018 08:01
Heboh Bola Api Melintas di Langit Australia
Para ilmuwan masih menyelidiki terkait peristiwa tersebut

Dream - Warganet saat ini tengah dihebohkan dengan rekaman jatuhnya bola api di langit Perth, Australia pada 29 Agustus 2018 lalu.

Dilansir dari channelnewsasia.com, salah satu orang yang menjadi saksi jatuhnya bola api itu bernama Bejay Walker. Menurut Walker, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.40 waktu setempat.

 

Footage of tonight's meteor we received from people around Perth

A post shared by Perth Observatory (@perthobservatory) on

Ada juga Bagus Sugiono yang saat itu sedang berkendara. Di waktu bersamaan, Bagus turut menyaksikan melintasnya bola api tersebut.

Berdasarkan laporan ABC News, bola api itu merupakan meteor yang berhasil menembus atmosfer. Mengetahui adanya fenomea langka itu, masyarakat setempat bergegas keluar rumah untuk mengabadikannya.

Observatorium Perth menerima puluhan video dari masyarakat yang merekam momen itu. Selain itu, Departemen Kebakaran dan Layanan Darurat juga dibanjiri panggilan dari para saksi mata yang mengatakan mereka telah melihat bola api.

Para ilmuwan dari Curtin University bergegas menyelidiki peristiwa itu. Terutama bagaimana meteor itu bisa melalui atmosfer dan asal-muasalnya. 

 (ism, Laporan: Erisa Riyana)

1 dari 2 halaman

Foto Terbaru NASA Ungkap Ada Kehidupan di Planet Mars?

Dream - Beberapa foto terbaru yang dirilis Curiosity Rover, wahana Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), di Planet Mars telah memicu perdebatan di kalangan netizen.

Foto-foto yang disusun dalam bentuk video itu memperlihatkan bentuk seekor hewan yang sedang berjalan di permukaan tanah Planet Mars yang berwarna merah.

Dikutip dari Mirror, Kamis 21 Juni 2018, ahli teori konspirasi mengklaim foto itu merupakan bukti Mars dihuni makhluk hidup.

Tetapi, bukti itu belum dipastikan lantaran planet ini telah dilanda badai debubesar-besaran dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi ini memicu pertanyaan apakah objek tersebut benar-benar hewan atau hanya sekumpulan debu saja.

Foto-foto tersebut diperlihatkan berdampingan di kanal YouTube SecureTeam 10 yang mengkhususkan diri pada penampakan UFO. Penampakan objek dalam video itu langsung menimbulkan perdebatan di kalangan pengguna YouTube.

" Bagaimana jika ada peradaban cerdas lainnya sedang meneliti Planet Mars bersama kita?" tulis seorang netizen.

2 dari 2 halaman

Jarang Diketahui, Ada Fenomena Lain Pas Gerhana Bulan 28 Juli

Dream - Gerhana bulan total 28 Juli 2018 menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Waktu gerhana yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.29 WIB akan menjadi fenomena alam terlangka dalam abad ini. 

Para ahli menyatakan gerhana bulan total kedua setelah awal Januari 2018 ini merupakan yang terlama.

Namun tak banyak yang tahu jika ada fenomena lain yang terjadi pada saat yang bersamaan. 

Mengutip laman bosscha.itb.ac.id, Jumat, 27 Juli 2018, selain gerhana bulan total, akan muncul fenomena langka lainnya yaitu oposisi Mars. Fenomena tersebut merupakan posisi planet luar Mars yang berlawanan arah 180 derajat dengan Matahari dilihat dari Bumi.

Fenomena tersebut biasanya terjadi setiap 26 bulan sekali. Observatorium Bosscha memantau, pada 27 Juli 2018, Mars berada pada titik paling dekat dengan Matahari. Fenomena itu disebut perihelion.

Karena jaraknya yang berdekatan dengan Matahari, ukuran Mars akan terlihat besar. Meski demikian, ukurannya tidak akan berubah secara signifikan.

Jika dilihat dari Bumi dengan mata telanjang, Mars akan terlihat seperti titik merah yang lebih terang dibanding cahaya bintang. Apabila melihat dengan teleskop, piringan planet merah akan terlihat dua kali lebih besar saat berada pada titik terjauhnya dengan Matahari.

Dengan adanya fenomena ini, Observatorium Bosscha melakukan beberapa kegiatan pengamatan fotografi dan spektroskop seperti, mempelajari kondisi atmosfer Bumi secara kualitatif dan merekonstruksi spektrum atmosfer Bumi sebagai model atmosfer planet layak huni untuk dibandingkan dengan atmosfer di planet luar tata surya (ekstrasolar).

Kemudian melakukan pengamatan mengenai perubahan yang terjadi pada tutupan salju/es kutub (polar cap) Mars. Kegiatan yang dilakukan Observatorium Bosscha ini tidak terbuka bagi umum. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk menyaksikan di rumah masing-masing atau bersama komunitas astronomi yang menggelar pengamatan gerhana bulan total.

Beri Komentar