Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Iin Rahayu (Foto: Rudal Afgani Dirgantara)
Dream - Ular kobra termasuk hewan yang sangat berbahaya. Butuh keahlian dan keberanian untuk bisa menyingkirkan ular yang memiliki bisa beracun ini. Iin Rahayu, yang sudah berusia 55 tahun, turun tangan langsung saat perkebunan warga di Banyumas, didatangi kobra raksasa.
Perempuan yang dijuluki Ratu Ular dari Purwekerto ini sebelumnya memang aktif mengevakuasi ular berbisa yang menggangu pemukiman warga. Seiiring bertambahnya usia, Iin sempat mengurangi aktivitasnya.
Namun ketika beberapa waktu lalu ada king kobra raksasa di area perkebunan warga di Patikraja, Banyumas, warga meminta bantuan, Iin pun sigap membantu. Pada Senin 29 Juni lalu, Ii dan empat rekan pecinta king kobra datang ke lokasi.
Sebelumnya, Iin memastikan kondisi kesehatan diri sendiri dan tim. Ia juga menyiapkan berbagai peralatan mulai dari galah hingga kantong serta obat-obatan. Sampai di lokasi, tim berpencar untuk mencari sarang king kobra itu.
Tak berselang lama, seekor king kobra terciduk di sekitar rumpun bambu. Setelah memanjatkan doa, Iin dibantu empat orang lainnya menangkap king kobra itu. Ular sepanjang empat meter berhasil ditangkap.

Tak jauh dari lokasi itu, Iin dan timnya menemukan satu ekor lagi king kobra raksasa. Dengan sigap Iin menangkap ular itu.
" Satu panjangnya empat meter, yang satu hampir sama, empat meter kurang sedikit," ujar dia.
Iin menduga, kedua ular itu merupakan dua sejoli yang hendak memadu kasih. Sebab, keduanya berjenis kelamin jantan dan betina. Rupanya di bulan-bulan ini merupakan musim kawin ular.
Ular biasanya keluar dari sarang untuk mencari pasangan. Setelah ditangkap, ular itu dikarantina di kandang. Setelah melalui proses relaksasi, rencananya kedua ular itu akan dilepas ke alam liar.
Iin tidak langsung melepas ular itu karena setelah ditangkap, biasanya ular akan stres. Di kandang, Iin memulihkan kondisi ular hingga kembali normal.
" Kalau baru ditangkap biasanya tidak mau makan, nanti setelah mau makan dan minum baru dirilis," tutur dia.
Kedua king kobra itu akan dilepas di lokasi lain yang jauh dari aktivitas manusia. Namun Iin merahasiakan lokasi pelepasan ular itu. Jika ada yang tahu, ia khawatir ular-ular itu akan diburu.
Ia tak sampai hati kebebasan satwa kesayangannya direnggut. Bagaimanapun, menurut Iin king kobra bagian dari keseimbangan alam yang harus dilestarikan.
Rudal Afgani Dirgantara/ Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam