Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: World Of Buzz
Dream - Video seorang ibu hendak memasak ikan menarik perhatian warganet. Dari rekaman itu kamu akan menyadari betapa berbahayanya membuang sampah plastik ke lautan.
Dilansir World Of Buzz, ibu rumah tangga bernama Anna Nurjanah membagikan video penemuan sampah plastik di dalam perut ikan mahi-mahi yang baru dibelinya. Ikan itu, kata Anna, dibeli dari sebuah pasar di Jawa Barat.
Saat ikan tengah dipersiapkan untuk dimasak, Anna dikagetkan oleh panggilan pembantunya yang melihat keanehan di dalam perut tersebut.
Benar saja, setelah diperiksa, mereka menemukan delapan sampah plastik di dalam ikan tersebut.
Sampah plastik di dalam perut ikan itu di antaranya sendok plastik utuh, bungkus permen, tali rafia, hingga bungkus pewangi pakaian.
Anna merekam penemuannya itu dan bersama aktivis lingkungan memposting videonya di akun instagram @Volunteersindo, pada 28 Mei 2019.
Video tersebut mendapatkan perhatian dari warganet dan banyak yang menyampaikan keprihatinannya.
" Kenapa ?? :( Semoga pada lahir niat untuk lebih perduli sama bumi," tulis @apeshitworld.
" Ya allah miris ngeliatnya," tulis @puridewiratna.
" Ayo jangan malu memilah2 sampah organik maupun anorganik,. Smoga smua sampah2 yg telah kita hasilkan dpt di daur ulang mjd sesuatu yg bisa menfaat dan dpt di gunakan kembali. Amin," tulis @anggar.wijaya.97.
View this post on Instagram
Dream - Publik terkejut dengan penemuan ikan mahi-mahi di Jawa Barat yang berisi banyak sampai di dalam perutnya. Temuan ini semakin menegaskan jika masyarakat harus mulai sadar untuk tak membuang sampah sembarangan ke laut atau pantai.
Sebelum ikan mahi-mahi, kita juga pernah melihat foto seekor bangkai ikan pari tengah menjadi perbincangan di media sosial.
Dalam foto itu terlihat betapa sangat berbahayanya sampah plastik di lautan. Sungguh memprihatinkan.
Dikutip dari worldofbuzz.com, ikan pari itu sudah mati. Ikan pari itu berada dalam posisi terbalik.
Jika diperhatikan, bagian perutnya terlihat membengkak, seperti tengah hamil. Begitu perutnya dibelah, isi bagian perutnya bikin geleng-geleng kepala.
Terlihat banyak sampah di dalam perut ikan pari itu. Ada sampah botol minuman, bungkus rokok, buku, hingga kamera!
Foto-foto itu viral setelah diunggah oleh organisasi pecinta lingkungan khususnya di pantai dan laut, @5minutebeachcleanup.
Akun Instagram itu me-repost foto dari akun @interseccionalidad.
Unggahan itu pun dibanjiri ratusan komentar. Banyak yang berkomentar, bahwa masalah sampah di laut harus makin serius ditangani.
World Economic Forum pernah mengutip data sampah di lautan. Ada lebih dari 150 juta ton plastik di lautan planet ini. Tiap tahun, 8 juta ton plastik mengalir ke laut.
Padahal plastik bisa berumur ratusan tahun di lautan dan terurai menjadi partikel kecil dalam waktu yang lebih lama lagi. Plastik bakal terakumulasi terus dan terus di laut.
Bahkan pada 2025, rasio plastik dibanding ikan di samudra diperkirakan menjadi 1:3. Plastik bakal terus bertambah menjadi 250 juta ton, sedangkan jumlah ikan terus menurun akibat penangkapan yang makin gencar.
Sampah-sampah itu terus membunuh makhluk hidup di lautan. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati pada 2016, sampah di lautan telah membahayakan lebih dari 800 spesies.
Dari 800 spesies itu, 40% adalah mamalia laut dan 44% adalah spesies burung laut. Konferensi Laut PBB di New York 2017 menyebut limbah plastik di lautan membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya, tiap tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya