Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Siphonophore, Hewan Laut Terpanjang Yang Pernah Ditemukan (Foto Instagram @SchmidtOcean)
Dream – Ilmuwan penjelajah bawah laut menemukan Siphonophore setinggi 150 kaki atau setara 45 meter. Ia adalah mahluk tembus cahaya yang bentuknya seperti karang. Hewan ini hidup di ngarai bawah laut di lepas pantai Australia.
Dilansir oleh Live Science, tampaknya hewan ini adalah hewan terbesar yang pernah ditemukan. Setiap Siphonofor terdiri dari koloni hewan-hewan kecil yang disebut “ zooids”. Meskipun selalu terhubung dengan koloni yang lebih besar, zooids terlahir secara seksual.
Menurut sebuah artikel penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Dynamics pada tahun 2005, masing-masing zooids juga melakukan fungsi untuk tubuh besar mereka yaitu Siphonophore.
Check out this beautiful *giant* siphonophore Apolemia recorded on #NingalooCanyons expedition. It seems likely that this specimen is the largest ever recorded, and in strange UFO-like feeding posture. Thanks @Caseywdunn for info @wamuseum @GeoscienceAus @CurtinUni @Scripps_Ocean pic.twitter.com/QirkIWDu6S
— Schmidt Ocean (@SchmidtOcean)April 6, 2020
Menurut Monterey Bay Aquarium, Zooids ini menyatu dan saling terhubung hingga membentuk rantai panjang hingga mencapai 150 kaki atau setara 45 meter. Meskipun sebenarnya Siphonophore ini hanya setebal sapu terbang.
Siphonophore ini adalah satu penemuan yang pernah ditemukan oleh para ilmuwan yang dilakukan oleh tim kapal penelitian Falkor sambil menjelajahi ngarai laut dalam di dekat Pantai Ningaloo, Australia.
Tim peneiti tersebut menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh atau yang dapat disebut dengan ROV SuBastian untuk mengeksplorasi dan mengumpulkan sampel dari daerah laut dalam yang belum pernah diteliti sebelumnya.
Bahkan, pada bulan Maret kemarin, tim peneliti tersebut menemukan kebun dan kuburan dari karang yang berada di bawah laut Australia Selatan.
Selain itu, peneliti juga menemukan koloni besar spons kaca dan spesies lainnya ketika melakukan perjalanan terakhir melalui perairan di barat Australia. Mereka juga menemukan contoh koloni raksasa dari genus Siphonophore Apolemia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya