Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ikut Konferensi Internasional Dalam Bidang Lingkungan Di Jerman (Facebook Eng Angga)
Dream - Meski berasal dari keluarga kurang mampu bukan berarti tak bisa mengukir prestasi membanggakan dalam bidang akademik. Itulah yang dibuktikan Angga Dwi Tuti Lestari, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang lulus dengan nilai Indeks Prestasi tertinggi 3,98. Nilai yang nyaris sempurna.
Walaupun kedua orangtuanya hanya sebagai buruh tani, Eng --begitu dia disapa-- tak pernah berkecil hati dan patah semangat. Melihat perjuangan sang bapak dan ibu yang cuma lulusan SD 'banding tulang' demi membiayai pendidikannya, Eng justru makin terlecut belajar siang malam untuk mewujudkan cita-cita sebagai dosen dan pengusaha.
" Bapak dan ibu ingin anak-anaknya sukses. Mereka bilang tidak bisa kasih apa-apa kecuali ilmu buat bekal kita. Itu membuat saya semangat dan tak pernah berhenti belajar serta berdoa," kata gadis kelahiran 21 Februari 1992 saat berbincang dengan Dream.co.id, Kamis 19 Maret 2014.
Orangtuanya juga selalu mengingatkan jika kesuksesan dapat diraih jika belajar tekun dibarengi dengan ibadah. Mulai dari tak pernah tinggal salat lima waktu, puasa Senin-Kamis, salat tahajud serta duha.
Sejak duduk di bangku SMP dan SMA, Eng juga dikenal aktif dalam organisasi keagamaan sekolah. Namun, dia mulai memantapkan hati mengenakan hijab saat kelas 1 SMA.
" Pas masuk SMA sudah banyak teman-teman yang berhijab. Dari situ saya makin tertarik konsisten berhijab. Pakai hijab tuh membuat kita nyaman dan aman. Apalagi sebagai seorang muslimah yang sudah dewasa kita diwajibkan berhijab," kata Eng yang mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPA) di desanya, setiap akhir pekan.
Menurutnya berhijab tidak membuat seorang wanita justru menjadi terbatas dalam melakukan aktivitas. Apalagi, kata dia, sekarang hijab punya model beragam yang bagus dan tidak terlihat kuno.
" Berhijab itu memang harus dari hati bukan paksaan. Jangan takut kalau berhijab kita justru terkekang. Insya Allah justru makin mudah menggapai kesuksesan. Tentu dengan kerja keras dan sikap pantang nyerah. Wanita berhijab harus pintar dan cerdas," pesan Eng yang sedang mengikuti seleksi jenjang strata dua di University of Leiden, Belanda ini.
Saat kuliah, Eng menerapkan pola hidup sederhana seperti yang dilakukan orangtuanya. Dia juga tak mau membebani orangtuanya. Hanya dengan bekal uang Rp600 ribu/bulan dari beasiswa Bidikimisi dan uang saku Rp50 ribu/bulan dari orangtua, Eng mampu menyelesaikan kuliah.
Eng juga bekerja sebagai guru les dan merintis usaha kecil-kecilan jualan jus organik untuk menghidupi biaya sehari-hari selama berkuliah di Solo. (Ism)
Baca juga:
Lama Menghilang, Artis Cilik Itu Kini Jadi Dokter Berhijab
Wisudawan Terbaik Itu Hijaber Anak Tukang Becak
Gayanya Menyedot Perhatian Hijabers Dunia
Aktor Ganteng Ini Nonton Piala Dunia dari Kapal Pesiar
Islam Bangun Masjid Canggih, Wanita Dermawan Ini Sumbang Rp7,2 M
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam