Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Carissa Rupanya Merasa Nyaman Mengenakan Hijab (Onislam.net)
Dream - Carissa D Lamkahouan, wanita asal Amerika Serikat yang berprofesi sebagai penulis tak pernah menyangka jika dia menjadi mualaf setelah mengenakan hijab.
Kisah itu berawal saat dia tertarik terhadap isu-isu soal perempuan dalam aspek agama Islam. Dari situ, ia kemudian mulai mengenal jilbab yang menjadi identitas seorang muslimah. " Saya sebagai seorang perempuan sangat tertarik dan terpesona melihat seorang muslimah mengenakan hijab," kata Carissa.
Ketika melakukan studi Islam, dia rajin pergi ke toko buku, meneliti referensi Islam dalam versi bahasa Inggris, mempelajari Alquran dan hadits, serta kisah-kisah Rasulullah beserta para sahabatnya.
Sampai suatu hari Carissa menemukan hijab pada barisan abaya (busana muslim timur tengah) di sebuah toko. Entah kenapa, tiba-tiba ada sebuah hasrat ingin mencoba hijab tersebut.
" Sekilas saya menatap diri ke cermin. Terus terang saja diri saya ini sangat terkejut ketika melihat kain hijau menempel di kepala saya. Saya mengamati diri saya sebagai orang asing yang seperti terlahir kembali," kenang dia.
Tetapi perasaan itu coba dihilangkan dia. Dalam hati, Carissa mencoba fokus kembali untuk studi yang tengah dilakukannya. " Saya memang membeli hijab itu tapi hanya digunakan pada saat mengunjungi masjid saja (mempelari Islam)" .
Seiring berjalannya waktu, Carissa rupanya merasa nyaman mengenakan hijab. Dia pun mencoba tetap menggunakannya dalam berbagai kesempatan, bukan hanya saat pergi ke masjid.
Sampailah pada suatu malam, Carissa pergi bersama suaminya dengan mengenakan hijab. Di sini terjadi perubahan besar, kata dia. “ Saya merasa sangat aman dan nyaman saat mengenakan hijab. Saya seolah terlindungi dari pandangan-pandangan laki-laki nakal dan suka menggoda,” ujarnya.
Ia pun mulai terbiasa memakai hijab, bahkan mulai banyak membeli hijab dengan model beragam. Carissa juga makin dalam mempelajari agama Islam, hingga akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat.
" Saya baru menyadari bahwa dengan membeli hijab pada waktu itu adalah awal dari turunnya hidayah Allah kepada saya," kata wanita berkulit putih tersebut.
Sejak menjadi mualaf, Carissa makin mantap berhijab. Ia merasa memiliki martabat dan kemuliaan luar biasa sangat mengenakan hijab. Tak takut lagi digoda laki-laki dan merasa terlindung dari sengatan sinar matahari, karena jilbab adalah mahkota terindahnya.
(Ism, Sumber: Onislam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam