Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sulaiman Han Dan Ibunda (Syarifah Aulia/Dream.co.id)
Dream - Banyak kisah inspiratif yang bisa dipetik dari Sulaiman Han, pemilik Chinese Muslim Restaurant 'Sulaiman Resto' di bilangan Jakarta Pusat. Warga asli Xian, Tiongkok yang tiba di Indonesia sejak 2010 itu mengutamakan ibadah daripada pekerjaan.
" Bila ketahuan tidak salat akan ditegur, bahkan dipecat," kata Chef Jumadi, salah satu koki di Sulaiman Resto, saat ditemui Dream.co.id.
Saat salat Jumat, Sulaiman berangkat bersama kayawannya. Pria yang belum fasih berbahasa Indonesia ini selalu bilang kepada para pelanggan, bila mau menunggu sampai salat Jumat dipersilakan. Tetapi kalau tidak ingin menunggu, silakan cari tempat makanan lain karena semua karyawannya sedang ke masjid.
Para anak buah Sulaiman menyebut, sang atasan mengajarkan untuk lebih dekat dengan Allah. Sulaiman selalu mengutamakan ibadah. Dan itu ditularkan kepada seluruh karyawan.
Sulaiman juga selalu mengajarkan untuk mengutamakan ibadah kemudian pekerjaan. Pribadi Sulaiman yang ramah dan bersahabat membuat siapa saja yang berada di dekatnya terasa nyaman. " Dia selalu mengatakan, tidak ada yang tahu kapan kita menghadap Allah. Maka manfaatkan waktu perbanyak ibadah," ujar Jumadi.
Sulaiman resto sudah berdiri hampir tiga tahun, diawali di sekitar kawasan Wahid Hasyim, Jakarta. Awalnya mengontrak sekitar 2011. Kemudian pindah ke daerah Batu Ceper, Hayam Wuruk.
" Bapak (Sulaiman) memang sulit berbicara atau mengerti bahasa Indonesia, namun dia berusaha mengerti apa maksud kami dengan bahasa tubuh kami. Dia sangat menghargai semua karyawan di sini, tidak pernah marah," kata Jumadi.
Sebelum membuka resto di Tanah Air, Sulaiman memiliki tiga restoran di negara asalnya. Ketertarikannya pada masyarakat Islam Indonesia dan bisnis yang dianggapnya menjanjikan yang membuat suami Mariam itu menetap di Indonesia.
" Karena dia tahu Indonesia mayoritas Islam. Dia berpikir akan banyak pembelajaran yang didapat dan lebih bisa fokus menjalani ibadah. Selain itu untuk bisnis kuliner Indonesia bisa dibilang punya pangsa pasar yang menjanjikan," ujar juru bicara Sulaiman, Roy Wang yang juga pemilik Nusaraya Tour ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya