Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Heba Said (Onislam.net)
Dream - Bermaksud meliput secara khusus Konvensi Tahunan Partai Republik di Texas, wartawan muda muslim Amerika, Heba Said malah mendapat cemoohan dari peserta konvensi. Mereka menyebutnya sebagai Islamist (kata yang berkonotasi negatif soal Islam di Amerika), hanya karena mengenakan hijab.
" Saya menghadiri konvensi sebagai seorang reporter yang berharap bisa menyajikan diskusi panel Partai Republik, tapi saya malah mendapat kata-kata kebencian," tulis Heba, seorang jurnalis senior di University of Texas, Arlington dan editor opini harian sekolah The Shorthorn.
Reporter muslim berusia 22 tahun itu menjadi target ejekan dan menghadapi diskriminasi karena berbusana Islam di Konvensi Partai Republik, Texas yang berakhir seminggu yang lalu.
Sudah mendaftar sebagai awak media untuk meliput Konvensi, reporter muslim ini ingin berbagi pengalaman mengikuti diskusi panel dengan para delegasi kepada seluruh pembaca. Namun, mimpi siswa senior berantakan, berubah menjadi mimpi buruk berupa pelecehan rasial.
" Saat aku berjalan melalui lorong-lorong, orang berhenti sejenak, mengerutkan kening dan menggelengkan kepala saat melihatku," tulis Heba dalam kolomnya.
Tidak sampai di situ, Heba menulis, para panelis melemparkan kata Islamist di panel diskusi tersebut seolah-olah itu kata-kata biasa. Dan satu orang bahkan bertanya kepada Heba bukankah dia merasa terasing di pertemuan itu?
" Bagian terburuknya adalah cara delegasi memandangku, seolah-olah aku adalah sesuatu menakutkan ketika aku mendekati mereka," tambahnya.
Namun klaim wartawan itu tersebut dibantah Ketua Partai Republik Texas, Steve Munisteri. " Aku tidak menemukan hal tersebut," kata dia kepada Yahoo News.
" Saya tidak pernah mendengar atau menyaksikan satupun pernyataan dan perbuatan yang anti-Muslim," imbuhnya.
Meski mendapat perlakuan diskriminatif, Heba menyatakan antusias untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang reporter sukses.
Mahasiswa Muslim yang akan lulus tahun depan dengan gelar ilmu politik dan minor dalam bahasa Arab ini akan melanjutkan studi ke sekolah hukum. Atau setidaknya menjadi seorang koresponden politik.
Meskipun tidak ada catatan resmi, Amerika Serikat adalah rumah bagi 7-8 juta Muslim. Jajak pendapat Gallup sebelumnya menemukan bahwa mayoritas muslim Amerika setia kepada negara mereka dan optimis tentang masa depan mereka di Amerika Serikat.
Sejak serangan 9/11 di Amerika Serikat, banyak muslim mengeluh menghadapi diskriminasi dan stereotip dalam masyarakat karena identitas mereka. Laporan terbaru Council on American-Islamic Relations (CAIR) mencatat Islamophobia (ketakutan akan kebangkitan Islam) di AS meningkat.
(Ism, Sumber: Onislam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya