Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Operasi SAR Di Ponpes Al Khoziny/ Dok: Instagram @kantorsar_surabaya
DREAM.CO.ID - Proses pencarian korban jiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga Senin hari ini, 6 Oktober 2025 sejak kejadian pada Senin 29 September 2025 lalu. Sampai dini hari tadi pada pukul 03.35, korban jiwa yang ditemukan sudah mencapai total 67 orang.
Hal tersebut diketahui dari unggahan Instagram @kantorsar_surabaya yang terus update kondisi di lapangan dan temuan tim SAR. Beberapa korban jiwa yang ditemukan di hari ke-7 pasca kejadian, dalam keadaan tidak utuh atau berupa body part.

On Scene Coordinator (OSC), Nanang Sigit P.H., mengatakan bahwa proses evakuasi pada hari ketujuh pada Minggu 5 Oktober kemarin, operasi SAR berlangsung cukup sulit. Posisi korban yang berada di bawah material berat membuat tim SAR harus bekerja sangat hati-hati.

“ Tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan, memotong rangka-rangka besi, baru kemudian bisa mengevakuasi korban dari timbunan material,” ujar Nanang di Posko SAR gabungan, Minggu malam, dikutip dari Instagram @kantorsar_surabaya.

Selama proses pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan alat berat dan peralatan ekstrikasi untuk memotong serta mengangkat material bangunan. Penggunaan alat berat dilakukan secara bergantian dengan metode manual demi menjaga keselamatan petugas di lapangan saat mengevakuasi korban.

“ Kami harus bergantian antara penggunaan alat berat dan evakuasi manual. Keselamatan petugas tetap jadi prioritas utama,” kata Nanang.
Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya