Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Si Ibu Menangis Histeris Menggendong Anaknya (Shanghaiist.com)
Dream - Kini hampir setiap saat semua orang tak bisa lepas dari ponsel pintar (smartphone). Keberadaannya sering membuat seseorang lupa waktu, bahkan lupa mengawasi orang-orang di sekitarnya.
Kejadian tragis yang dialami seorang ibu di Tiongkok bisa jadi pelajaran. Lantaran asyik main smartphone, si ibu meleng mengawasi anaknya yang berusia 14 bulan. Balita malang itu akhirnya meninggal dunia karena tenggelam di dalam ember.
Si Ibu bermarga Huang (23 tahun) baru sadar ketika sang anak tidak ada di dekatnya. Tapi semua sudah terlambat.
Kejadian bermula saat Huang terlalu sibuk memainkan smartphone, sementara sang anak bermain air di kamar mandi.
Diduga terpeleset, balita itu tercebur ke dalam ember berisi air kemudian tenggelam. Setelah menemukan sang anak dalam kondisi tak bernapas, Huang langsung membawa putrinya ke rumah sakit.
Sayang, nyawa balita itu tidak dapat diselamatkan dan meninggal setelah tiba di rumah sakit.
Kejadian ini membuat banyak orang menyesalkan tindakan Huang yang tidak mengawasi putrinya. " Orangtua harus memberi perhatian kepada anaknya. Sangat menyedihkan hal ini bisa terjadi," ujar seorang tetangga.
Para tetangga mengetahui Huang menjaga balitanya seorang diri, sementara suaminya bekerja di sebuah pabrik. Karena kejadian ini, suami Huang harus berurusan dengan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
(Ism, Sumber: Guangzhou Daily, Shanghaiist.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya