Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Sejumlah orangtua melakukan tes DNA atau genetika untuk memastikan anak mereka adalah benar-benar keturunan asli atau darah daging sendiri.
Tak jarang terdapat ketidakcocokan DNA antara anak dengan sang ayah. Jika begitu, kemungkinan anak itu bukan keturunan biologis sang ayah.
Namun kasus yang terjadi pada pasangan Vietnam ini menunjukan hasil sebaliknya. Pasangan suami istri ini melakukan tes DNA pada bayinya yang masih dalam kandungan, namun hasilnya mengejutkan.
Janin yang ada di dalam perut istri ternyata hanya mendeteksi DNA sang suami.
" Ini pertama kalinya terjadi mendapatkan hasil bahwa janin tersebut hanya anak kandung sang ayah dan bukan anak dari ibu yang mengandung," ujar Direktur Pusat Analisis DNA dan Teknologi Genetika Vietnam, Nguyen Thi Nga, dilansir eva.vn.
Tes tersebut mereka lakukan sebagai syarat perjalanan ke luar negeri untuk membuktikan bahwa mereka pasangan yang sudah memiliki anak.
Hasil DNA tersebut menjadi dasar untuk memutuskan apakah sang ibu diperbolehkan meninggalkan negara dengan suaminya.
Tes DNA pada janin dilakukan dengan cara mengambil air ketuban, karena air tersebut banyak mengandung DNA milik calon bayi.
Nguyen mengatakan bahwa tes DNA prenatal atau sebelum melahirkan ini menggunakan metode cairan ketuban sebagai spesimen bayi, sehingga hasil akan sangat akurat dan waktu tesnya juga tergolong cepat.
Saat kedua pasangan tersebut membuka hasil tes yang mereka lakukan, mereka sangat terkejut melihat hasil tes tersebut.
Hasil tes DNA mengungkap bahwa anak tersebut cocok dengan gen sang ayah, namun tidak cocok dengan sang ibu yang tengah mengandung.
Nguyen mengatakan bahwa kehamilan ini terbentuk dari sel telur wanita lain, bukan sel telur ibu ini. Bayi ini merupakan putri dari gadis lain.
Setelah mendengar penjelasan Nguyen, ibu ini baru menjelaskan bahwa sel telurnya tidak bagus. Sehingga meskipun sudah lama menikah dengan suami, dia tidak pernah punya bayi. Hal ini yang memutuskan kedua pasangan untuk melakukan pembuahan buatan.
Sang ibu sempat memohon kepada Nguyen untuk memanipulasi hasil data dan mencoret tulisan yang mengatakan bahwa bayi tersebut bukan anak kandungnya.
Namun Nguyen menolak, mengatakan bahwa hasil tes tidak dapat dimodifikasi, ditambah, ataupun dikurangi.
Nguyen menyarankan ibu muda itu untuk menceritakan situasinya dengan jujur kepada kedutaan selama wawancara.
“ Mungkin mereka akan mempertimbangkan keinginan mereka untuk pergi dan bersimpati, membantu kebutuhan perizinan kalian,” ujar Nguyen.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya