Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Ibu berusia 60 tahun, Galuh, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Pangeran Suryanata Samarinda, Kalimantan Timur. Saat ditemukan, jenazahnya sudah dalam keadaan membusuk.
Galuh diketahui tinggal sendirian, sementara dua anaknya punya rumah sendiri. Diduga saat sakit hingga meninggal dunia, tidak ada yang merawat Galuh termasuk oleh dua anaknya.
Rumah Galuh terletak di belakang ruko dua pintu miliknya yang disewa untuk usaha jahit dan pembuatan gordyn. Untuk masuk ke rumahnya harus melalui jalan kecil yang terletak di kanan ruko.
Ketua RT 35, Mahmud, mengatakan awalnya dia menerima laporan dari salah satu penyewa ruko. Si penyewa mengaku mencium bau busuk bahkan hingga 10 meter.
Mahmud langsung menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut. Kemudian, dia menuju lokasi.
" Saya dan warga, juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas kemudian membuka jendela dan masuk ke dalam rumah, almarhumah ditemukan meninggal di atas tilam lantai kamar tidur," ucap Mahmud.
Mahmud menjelaskan Galuh diketahui memang sedang sakit dan sudah tidak bisa berjalan. Dia mengaku terakhir bertemu Galuh pada Jumat malam pekan lalu, ketika lansia tersebut diantarkan anaknya berobat.
" Ibu ini tinggal sendiri, anaknya dua. Begitu anaknya kami telepon, datang dan bawa ibu ini, katanya tidak sakit apa-apa," kata Mahmud.
Usai berobat, kata Mahmud, Galuh diantarkan pulang oleh anaknya. Setelah itu, anak Galuh sama sekali tidak terlihat lagi.
" Ibu ini tinggal sendiri, dan sehari-harinya dibantu oleh penyewa ruko," kata dia.
Jenazah Galuh sempat dibawa tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda untuk divisum. Hasilnya, Galuh memiliki luka di leher bekas operasi.
" Kita amankan barang bukti, kartu identitas, dan obat-obatan, dugaannya korban meninggal karena sakit," terang Kasubdit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda, Ajun Inspektur Satu Harry Cahyadi, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya