Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Instagram @luhut.pandjaitan)
Dream - Koordinator PPKM Jawa Bali, Luhut Binsar Panjaitan mengizinkan masyarakat beraktivitas jalan-jalan di luar rumah di masa penularan Covid-19 yang sedang meningkat. Namun izin itu hanya diberikan kepada mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dan booster.
Catatan dari Luhut yang juga Menko Kemaritiman dan Investasi ini berkaca dari kasus meninggal dunia pasien Covid-19 varian Omicron yang kebanyakan dialami mereka yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
“ 60 Persen yang meninggal, pertama karena belum divaksin, kedua umumnya (pasien) komorbid, ketiga orang yang sudah tua,” keterangan Luhut dalam konferensi pers baru-baru ini.
Ketika masyarakat sudah vaksinasi booster, Luhut mempersilakan warganya jika ingin bepergian. Namun dia mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat meskipun belum ada aturan pengetatan kembali.
“ Kalau sudah divaksin dua kali, apalagi booster, tidak ada komorbid, jalan-jalan saja," ujarnya.
Melihat kebijakan pengetatan belum perlu dilakukan, Luhut justru mengatakan pemerintah mempertimbangkan untuk melonggarkan kebijakan penanganan Covid-19.
" Tapi dengan monitoring yang ketat,” kata Luhut.
Luhut pun memaparkan laporannya terhadap kasus Covid-19 di Jakarta yang sudah mulai menurun. Kasus Covid-19 varian Omicron belum melewati kasus di saat varian Deltan pada Juni sampai Juli 2021 lalu.
Di sisi lain, justru provinsi lain mulai naik seperti Jawa Barat. Sedangkan Yogyakarta dalam kondisi stabil, tidak ada kenaikan maupun penurunan Covid-19.
“ Daerah lain ada baru mulai, Jabar baru mulai. Tapi lebih lambat lagi Yogya, di sini (Jakarta) sudah naik kencang, di Yogya masih flat,” terang Luhut kembali.
Luhut optimis Indonesia mampu melewati masa Covid-19 varian Omicron dengan baik. Apalagi jumlah vaksinasi yang terus meningkat, tentunya juga disertai dengan kedisiplinan menjalankan aktivitas.
“ Kami sampai hari ini belum lihat ada keinginan pengetatan lagi. Justru mendorong prokes ketat, yang sudah vaksin dua kali, booster, tidak ada komorbid. Silakan jalan kemana-mana, masuk ke mall gunakan PeduliLindungi,” katanya.
(Sumber: Brilio.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya