Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Sedih Ibu Muda Cantik Meninggal Usai Melahirkan Karena Kanker Stadium 4. (Foto: Facebook Sofea Yanna)
Dream - Kematian seorang ibu muda cantik setelah hampir dua bulan berjuang melawan kanker payudara stadium empat tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga tetapi juga teman-teman dekatnya.
Salah satu anggota keluarga yang merasa sangat kehilangan dengan kepergian Noor Athirah Mohd Ariff untuk selamanya adalah kakak angkatnya, Sofea Yanna Abdullah.
Yanna berbagi cerita pilu bagaimana ibu dua anak berusia 24 tahun dari Malaysia itu melawan kanker payudara yang akhirnya merenggut nyawanya.
Menurut Yanna, dia tidak menduga almarhumah yang dikenalnya selama tujuh tahun terakhir dalam sekejap mata pergi dengan meninggalkan dua anak yang masih kecil-kecil.
" Memang, saya dan teman-teman lain terkejut. Saya tidak menyangka dia pergi begitu cepat karena saya bahkan tidak tahu selama ini dia sakit.
" Dia memang pernah koma sebentar ketika melahirkan anak keduanya melalui operasi. Saat itu kandungannya berusia delapan bulan.
" Tapi dua minggu sebelum dia meninggal, dia sempat sadarkan diri dan dipindahkan ke ruang perawatan biasa," katanya Yanna.
Yanna saat itu sangat yakin adiknya itu bisa pulih seperti sedia kala setelah melihat semangatnya dalam melawan penyakit kanker.
Kata Yanna, banyak yang mendoakan Noor Athirah cepat sembuh begitu dipindahkan ke ruang perawatan biasa di Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II (HRPZ II), Kota Bharu, Kelantan.
" Terakhir kali saya mengobrol dengan dia pada 4 Juli lalu. Waktu itu dia berbicara seolah-olah seperti orang yang tidak sakit," ujar Yanna.
Kepada Yanna, dokter bilang bahwa adiknya itu sudah tidak ada harapan. Tapi semangat Noor Athirah untuk tetap hidup sangat kuat.
Jadi banyak yang percaya dia bisa bertahan lama. Tapi Yanna tidak menyangka Noor Athirah pergi begitu cepat.
Selain sedih dengan kepergian adiknya, Yanna juga sangat prihatin dan khawatir dengan nasib anak kedua Noor Athirah yang tidak sempat merasakan air susu ibunya.
" Menyedihkan karena selama hampir dua bulan, anak itu tidak pernah disusui dan sekarang dirawat oleh ibu almarhumah di Tumpat, Kelantan.
" Meski dia sadar sesaat tetapi karena ada pembatasan sosial sehingga tidak mungkin membawa anaknya ke ruang perawatan," jelas Yanna.
Lebih memilukan, Yanna berkata almarhumah sempat membuat permintaan terakhir yaitu ingin bertemu dengan dua anaknya. Saat itu sudah malam sebelum dia menutup mata kira-kira jam 1 pagi pada Kamis pekan lalu.
" Malam sebelum meninggal dia memohon kepada dokter ingin berjumpa dengan dua anaknya. Saya dapat tahu karena dia menulis catatan sebab dia tidak boleh banyak bicara.
" Dokter hanya bilang 'besok' tapi dia bilang ingin hari itu juga. Seolah dia sudah tahu akan pergi selamanya. Jadi malam itu suaminya membawa dua anaknya ke rumah sakit.
" Dia sempat melihat tapi waktu itu sudah tidak kenal siapa-siapa sebab sudah sekarat. Dini hari jelang pagi itu saya dapat kabar dia sudah tak ada," kata Yanna.
Yanna mengatakan almarhumah baru menyadari dia mengidap kanker payudara stadium empat setelah menjalani pemeriksaan ketika hamil tua anak keduanya.
" Dia sendiri memang tak tahu sebab waktu itu dia tengah mengandung. Dia sering mengeluh letih, badan sakit-sakit. Tapi dia pikir itu karena mengandung.
" Saat kandungannya sudah 8 bulan barulah dokter memberitahu bawha dia punya kanker. Itu pun sudah stadium 4. Sel kankernya sudah merebak ke tulang belakang.
" Setelah itu dokter buat keputusan untuk mengeluarkan bayi Noor Athirah secara pembedahan untuk selamatkan nyawa keduanya. Tapi begitu sadar dari koma kira-kira 2 minggu lalu dia pergi untuk selamanya," katanya.
Noor Athirah meninggalkan suami, Muhammad Hairi Ramli, 27 tahun, dan dua anaknya, Muhammad Hairil Hafsya, 2 tahun, dan Muhammad Haidil Haziq yang kini sudah berusia hampir dua bulan.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya