5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Suasana Sebelum Pemakaman Mahdia Hammad (moroccoworldnews.com)
Dream - Mahdia Hammad, 40 tahun, terburu-buru pulang pada hari Natal. Dia ingin segera sampai di rumah yang terletak di Ramallah, Tepi Barat, untuk menyuapi anak bungsunya yang masih 10 bulan.
Tetapi, keinginan itu tidak terwujud. Mahdia tewas ditembak oleh polisi Israel yang berjaga di perbatasan. Di tubuhnya ditemukan 17 luka tembak.
Awalnya, Hammad mengunjungi saudaranya, Samira, yang tinggal di kawasan pendudukan Israel di Silwad. Dia pun tidak bisa berlama-lama di rumah saudaranya lantaran teringat anak bungsunya yang belum makan.
" Dia bahkan tidak bisa tinggal sejenak hanya untuk secangkir kopi," kata Samira kepada harian Haaretz.
Hammad kemudian kembali ke rumahnya mengendarai Hyundai Elantra dengan kecepatan rendah. Sesampai di kawasan perbatasan, pihak militer yang berjaga segera melancarkan tembakan ke arah mobil Hammad.
Kepolisian Israel mengklaim Hammad berusaha menerobos batas patroli. Tetapi, suaminya, Abid, mengatakan istrinya seorang pengendara berpengalaman dan tidak mungkin menerobos batas.
Relawan Palang Merah International dan Organisasi Pemantau Hak Asasi Israel B'Tselem terjun ke lokasi kejadian dan bertanya kepada sejumlah saksi yang melihat insiden itu.
Temuan mereka di lapangan menyebut Hammad, sebenarnya sudah mendapat tanda peringatan dari para pekerja konstruksi di dekat pintu perbatasan. Mereka meminta Hammad untuk membalik arah mobilnya karena ada patroli militer Israel.
Tetapi, Hammad tidak memperhatikan peringatan itu. Mungkin karena kaca jendela mobilnya tertutup. Suaminya membenarkan Hammad punya masalah dengan pendengaran.
Sejumlah saksi mata melihat Hammad ditembak dalam jarak 20-30 meter. Beberapa orang saksi sempat melihat Hammad mengangkat tangan, pertanda memohon polisi Israel tidak melepas tembakan.
Sayangnya, hal itu tidak dihiraukan oleh polisi. Mereka langsung memberondong mobil Hammad hingga membuat wanita itu tewas dengan 17 luka tembak di sekujur tubuhnya.
Parahnya, polisi Israel seperti tidak puas melihat mobil Hammad berhenti. Salah satu dari delapan polisi perbatasan mendekati mobil dan menembak ke arah Hammad beberapa kali.
Setelah itu, polisi Israel segera membawa mobil. Mereka melarang setiap orang mendekat, termasuk juga ambulans.
(Ism, Sumber: moroccoworldnews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?