Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Kulit Rajeshwari (Jam Press Via Daily Star)
Dream - Nasib pilu dialami oleh Rajeshwari. Dia menderita penyakit langka, mengalami mutasi kulit, berubah keras seperti batu.
Menurut Daily Star, para ahli menyebut kelainan itu sebagai ichthyosis. Kasus mutasi genetik ini sangat langka. Para ilmuwan mengatakan hanya ada 24 kasus yang dilaporkan di sekujur dunia.
Kondisi itu menyebabkan kulit bocah tujuh tahun itu mengeras seperti batu, pecah-pecah, dana berwarna abu-abu. Saat ini, hanya wajah Rajeshwari saja yang kulitnya tidak mengeras.
Penyakit ini menyerang proses regenerasi kulit pada tubuh manusia. Sehingga penyakit ini sangat sulit, atau bahkan tidak bisa, disembuhkan. Itu artinya, kehidupan bocah itu akan selalu dalam kesakitan.
Foto Rajeshwari yang beredar memang sangat menyayat hati. Dia terlihat duduk di sebuah gubuk jerami. Kulitnya terlihat menghitam dan keabu-abuan.
Daily Star menulis, penyakit ini sebenarnya tidak berakibat fatal, namun sangat mengganggu akktivitas kehidupan Rajeshwari. Berjalan dan duduk pun menjadi sangat menyakitkan bagi Rajeshwari.

Kondisi kulit Rajeshwari (Jam Press via Daily Star)
Karena kasus ini sangat langka, para ilmuwan sangat sulit melakukan penelitian dan menemukan obat untuk mengontrol penyakit tersebut.
Dinas kesehatan setempat telah melakukan upaya pengobatan kepada Rajeshwari, namun hasilnya tidak ada perkembangan. Sehingga bocah itu harus ke kota untuk mencari pengobatan yang lebih memadai.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya