Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilmuwan Temukan Wujud 'Kota Yang Hilang' Di Dasar Samudra Atlantik, Begini Penampakannya (University Of Washington)
Dream – Ilmuwan menemukan sebuah " Kota yang Hilang" di dekat pegunungan bawah laut Samudra Atlantik. Penemuan itu terjadi pada tahun 2000.
Ketika menjelajah samudra dengan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh, para ilmuwan melihat adanya 'cerobong' berwarna biru pucat saat tersorot cahaya lampu. Wilayah itu diketahui sebagai medan hidrotermal.
Menurut Science Alert, terlihat 'bangunan-bangunan' kecil seukuran jamur payung hingga sebuah monolit raksasa berdiri kokoh setinggi 60 meter.
" Menara" itu ditemukan di kedalaman 700 meter di bawah permukaan laut. Menurut ilmuwan, situs seperti ini belum pernah ditemukan sebelumnya di Samudra Atlantik walaupun ada kemungkinan medan hidrotermal seperti ini juga ada di suatu tempat yang belum terdeteksi.

Bangunan ini memiliki " cerobong asap" yang memuntahkan gas sepanas 40 derajat celcius. Ini adalah rumah bagi banyak siput dan krustasea.
Hewan yang lebih besar seperti kepiting, udang, bulu babi, dan belut jarang ditemukan, tetapi masih ada di sini.
Uniknya, hidrokarbon yang dihasilkan oleh " Kota Hilang" ini tidak terbentuk dari karbon dioksida atmosfer atau sinar matahari, tetapi oleh reaksi kimia di dasar laut dalam.
Karena hidrokarbon adalah bahan penyusun kehidupan, hal ini membuka kemungkinan bahwa kehidupan berasal dari habitat seperti ini.
Karena informasi yang dikandungnya, beberapa ahli menyerukan agar " Kota yang Hilang" ini terdaftar sebagai situs Warisan Dunia guna melindungi keajaiban alam sebelum terlambat.
Sayangnya, para ilmuwan bukan satu-satunya yang tertarik dengan medan yang tidak biasa itu.

Pada tahun 2018, diumumkan bahwa Polandia telah memenangkan hak untuk menambang laut dalam di sekitar " Kota yang Hilang"
Meskipun tidak ada sumber daya berharga yang dapat dikeruk di medan termal itu sendiri, penghancuran lingkungan " Kota yang Hilang" dapat menimbulkan konsekuensi mengancam bagi pelestarian situs.
Laporan: Cika Puspita
This is the Lost City, a towering ecosystem in the middle of the North Atlantic. It’s completely unique, with life found nowhere else on Earth. And if someone wanted to destroy it? There’s nothing you could do about it. No laws. No consequences. Welcome to the High Seas... pic.twitter.com/mdG5wOsr5h
— Open Ocean Exploration (@RebeccaRHelm)August 22, 2022
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam