Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto:Pexels)
Dream – Tahukah kamu jika jutaan tahun lalu ular bergerak bukan dengan merayap? Binatang melata itu memiliki kaki yang berfungsi untuk menggerakkan tubuhnya. Namun seiring proses evolusi, kaki itu tak berfungsi dan ular bergerak merayap hingga saat ini.
Para ilmuwan mengatakan gen yang dibutuhkan untuk menumbuhkan kembali anggota tubuh pada ular masih ada. Hanya menunggu waktu hingga dapat diaktifkan kembali.
Ular berkaki dapat terjadi kapan saja. Karena ular masih dilengkapi dengan gen yang pernah digunakan untuk menumbuhkan anggota badan. Dan evolusi menjadi satu-satunya hal yang menghentikan pengaktifannya.

Fosil kuno menunjukkan ular memiliki satu set lengkap tungkai depan dan belakang. Sama halnya seperti anjing atau kucing.
Gen ‘Sonic Hedgehog’ yang dibutuhkan untuk menumbuhkan anggota badan masih ada pada ular. Tetapi hal tersebut terhenti setelah ular mulai berevolusi.
“ Pada kadal gen Sonic Hedgehod tetap aktif. Gen tersebut menggerakkan perkembangan anggota tubuh hingga ke jari tangan dan kaki, “ jelas Martin J. Cohn, seorang ahli biologi di Universitas Florida.

Dalam sebuah penelitian, gen Sonic Hedgehog telah diaktifkan pada beberapa ular sanca. Keberadaan gen itu dapat menjelaskan mengapa ular sanca memiliki ciri mirip tungkai di tubuhnya.
" Kaki embrionik transien ini memberi sebuah pengetahuan dalam sejarah evolusi ular. Menunjukkan mereka memiliki sejumlah besar gen yang dibutuhkan untuk membuat anggota tubuh," kata Cohn.
Para ilmuan juga mengungkapkan siklus evolusi baru tidak lagi diperlukan untuk memunculkan fenomen kaki tersebut. Karena ular sudah memiliki DNA yang mengandung gen yang dibutuhkan.
Hal ini berarti ular hanya tinggal menunggu ‘variabel yang tepat’ sebagai pemicu perkembangannya.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya