Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Wanita Di Sumatera Barat Diarak Keliling Kampung (Foto: Liputan6.com)
Dream - Sebuah video yang menampilkan wanita tanpa baju diarak warga keliling kampung viral di media sosial. Wanita itu diarak setelah terciduk berbuat mesum dengan seorang lelaki.
Menurut Liputan6.com, peristiwa itu terjadi di Kampung Ampang Gadang, Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Tindakan persekusi itu juga direkam, kemudian sempat diposting dalam sebuah akun YouTube, tetapi kini telah dihapus.
Akun YouTube pengunggah video itu juga ditemukan lagi. Namun, video itu terlanjur beredar di media sosial.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 30 Agustus 2020, sekitar pukul 14.00 WIB.
" Wanita dalam video itu sebelumnya digerebek warga karena kedapatan berbuat mesum," kata Stefanus dikutip dari Liputan6.com.
Dalam video itu, terlihat seorang wanita yang diarak warga, bahkan kondisinya tanpa baju.
Celana yang dikenakan wanita itu terpaksa digunakan untuk menutup dada.
Saat diarak, wanita itu juga didorong salah seorang warga. Ada juga yang menarik paksa celana wanita tersebut yang saat itu juga dijadikan menutup bagian dadanya.
Kebanyakan warga yang mengarak merupakan laki-laki muda. Di dalam video itu juga terlihat anak-anak yang ikut menyaksikan.
" Pasangan berbuat asusila ini sebelumnya telah beberapa kali ditegur oleh warga sekitar, namun tidak diindahkan, hingga terjadi hal ini," ujar Stefanus.
Peristiwa penggerebekan tersebut, lanjut Stefanus, direkam oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Kemudian diunggah ke akun YouTube.
Kemudian banyak orang yang membagikan. Lalu, ada juga yang mengunduh video tersebut dan menyebarnya di grup WhatsApp.
" Sekarang tidak ada lagi ditemukan di YouTube," jelasnya.
Atas kasus ini, Polres Pasaman masih melakukan penyelidikan tindakan persekusi. Termasuk pelaku perekam dan menyebarkan ke media sosial.
" Masih dalam penyelidikan siapa yang rekam dan posting lalu dihapus," tambah Stefanus.
Peristiwa ini juga menarik perhatian sejumlah media luar negeri. Salah satunya laman Daily Star, yang menulis laporan dengan judul Woman stripped and forced to do walk of shame for 'obscene act'.
" Locals in a village in the West Sumatra region of Indonesia are under investigation after footage showed a woman being stripped topless and forced to walk down the street in a degrading act of 'punishment'," demikian laporan media asal Inggris itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam