Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nasib Tragis Bibi Dan Keponakan (Foto: Twitter/ANI)
Dream – Nasib tragis dialami seorang tante dan keponakannya. Keduanya dipaksa telanjang dan mandi di hadapan ratusan orang. Karena mereka diduga melakukan perselingkuhan.
Peristiwa ini terjadi di desa Sola, India. Tindakan ‘mandi bareng’ di hadapan sekitar 400 orang ini dianggap sebagai bentuk penebusan dosa atas perselingkuhan yang dilakukan.
Pihak kepolisian yang mengetahui hal ini pun segera melakukan penyelidikan. Polisi akhirnya menangkap sembilan orang yang diduga kuat sebagai provokator.
Dalam sebuah video, tampak seorang tetua desa yang dikenal sebagai Khap Panchayat, mulai memberikan hukuman pada pasangan tersebut.

Insiden yang terjadi pada 21 Agustus lalu ini, nyatanya telah disetujui oleh keluarga korban. Karena dianggap perselingkuhan ini akan menyebabkan mereka menjadi orang buangan.
Rakesh Kumar, Sekertaris Jendral Dewan Pembangunan All Rajasthan Sansi, mengatakan, “ Jika keluarga keluarga pasangan itu tidak setuju untuk memandikan mereka di depan umum, mereka akan dikucilkan secara sosial.”
Tak hanya itu, Khap Panchayat juga memerintahkan keluarga dari si keponakan untuk membayar sebesar Rp 6 juta. Sedangkan dari pihak sang bibi diminta untuk membayar sebesar Rp 4 juta.
Pengawas Polisi, Sikar Sawai Singh mengatakan, “ Kami telah menutut tindakan keji tersebut. Kami juga menuntut agar FIR (First Information Report) harus dilakukan terpisah. Salah satunya menyebabkan banyak orang berkumpul ditengah covid-19.”
Saat ini, pihak kepolisian tengah mengumpulkan pernyataan dari penduduk desa setempat. Mereka juga mengumpulkan video dari insiden tersebut sebagai barang bukti atas penyelidikan yang tengah berlangsung.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya