Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Jemaah Haji (Shutterstock)
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) dan pemerintah Arab Saudi resmi menyepakati kuota haji 2023 untuk Indonesia sebanyak 221 ribu jemaah.
Kesepakatan itu ditandatangani oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F Al Rabiah, di Jeddah, Minggu 8 Januari 2023.
" Kuota itu terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler, dan 17.680 jemaah haji khusus. Adapun untuk petugas, tahun ini kita mendapat 4.200 kuota," kata Yaqut dalam keterangannya.
Selain kuota haji, pemerintah juga menyepakati soal tidak adanya pembatasan usia jemaah haji.
Kebijakan batas usia sebelumnya diterapkan pemerintah Arab Saudi selama pandemi dua tahun terakhir. Saat itu, Saudi menerapkan syarat usia jemaah haji 2022 harus di bawah 65 tahun.
" Sesuai kesepakatan, tahun ini sudah tidak ada pembatasan usia jemaah haji. Artinya, jemaah 65 tahun ke atas juga dapat berangkat haji tahun ini," katanya.
Permohonan penambahan kuota haji, kata Yaqut, karena antrean haji di Indonesia semakin panjang.
" Kenyamanan dan keselamatan ini prioritas. Namun saya katakan, Indonesia akan selalu mendapatkan prioritas dalam memperoleh kuota tambahan," ucap Menag Saudi .
" (Mungkin) ada negara yang mengurangi jemaah hajinya sehingga kuota bisa diberikan ke Indonesia. Semua tentu sudah rindu berhaji (dalam kondisi normal)," imbuhnya.
Dream - Hadirnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara akan memberi banyak manfaat untuk turis Indonesia yang melancong ke luar negeri, khususnya mereka yang menjalankan ibadah haji dan umroh ke Arab Saudi. Melalui QRIS, jamaah tak perlu bawa uang dalam bentuk fisik lagi.
“ Di sana itu kan masih cash. Nah, ini saatnya bisa memudahkan warga negara Indonesia yang menjalankan haji umrah. Itu bisa terjembatani kebutuhannya di sana dengan QRIS sehingga lebih efisien," kata Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc), Dyah NK Makhijani dalam acara Catatan Akhir Tahun 2022 Fintech dan Ekonomi Digital, Selasa, 27 Desember 2022.
Menurut Dyah, adanya QRIS lintas negara juga akan memudahkan orang Indonesia bertransaksi dengan lebih murah serta transparan. " Mengapa bagus sekali QRIS antar-negara ini? Karena ini memudahkan, juga lebih murah dan transparan," katanya.
Sebab, sebelum ada QRIS lintas negara, turis Indonesia terkena biaya tambahan penukaran. Contohnya saja jika mereka harus menukarkan mata uang rupiah ke mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) jika ingin bertransaksi dengan mata uang peso.
" Jadi ketika Rupiah ditransfer untuk Peso, itu kan pakai Dolar AS dulu. Nah itu tidak lazim, Anda akan di-charge. Jadi di situ transparansinya, itu cepat, mudah, murah, dan (Rupiah) itu sampai dengan baik," ungkap Dyah.
Sementara itu, Dyah menjelaskan Bank Indonesia saat ini terus menginovasi QRIS dengan meluncurkan fitur QR antar-negara, yang sudah dilakukan yakni dengan Thailand. Fitur ini menekankan keunggulan fungsi interoperabilitas antar-negara.
Selain itu BI juga akan mengembangkan cross-border payment dengan bekerja sama dengan Malaysia dan Singapura secara bilateral, serta ASEAN yang menggunakan metode Local Currency Settlement (LCS).
Dengan demikian, negara tidak lagi bergantung terhadap kurs Dolar AS saat transaksi lintas negara, serta mengurangi eksposur terhadap risiko nilai tukar dan biaya. Hal ini tentunya membuat transaksi QR antar-negara lebih murah dibandingkan dengan metode Lainnya.
Sebagai infromasi, saat ini jumlah merchant QRIS terus meningkat signifikan hingga 22,5 juta merchant (Oktober 2022) dengan didominasi oleh UMKM. Hal ini juga diharapkan dapat membuka jalan UMKM ke pasar wisman ASEAN dengan perkiraan potensi jumlah 6 juta orang.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya