Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tasripin (Foto: Merdeka.com)
Dream - Kisah kehidupan Tasripin yang sempat mencuri perhatian publik pada 2013, masih jelas teringat bagi sebagian orang. Tasripin merupakan seorang anak berusia 12 tahun yang tinggal di dusun terpencil di atas bukit di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah.
Ketika usianya masih belia, Tasripin terpaksa bekerja menjadi buruh tani untuk menghidupi ketiga adiknya. Kabar itu langsung terdengar sampai ke telingan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu menjabat sebagai presiden.
Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Hariyanto, kemudian mendatangi rumah Tasripin, yang tak kuasa menahan air mata setelah menerima segepok uang bantuan Presiden SBY.
Kini, setelah beberapa tahun berlalu, bagaimana kabar terbaru Tasripin?
Tasripin sudah lulus dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis tahun 2019. MTs Pakis terletak di Kampung Pesawahan Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Kepala MTs Pakis, Isrodin, menuturkan, Tasripin kini tengah melanjutkan pendidikan di SMK Ma'arif Cilongok. Sedangkan adiknya yang bernama Dandi kini kelas VIII di MTs Pakis.
Sementara, dua adik lainnya, masih Sekolah Dasar (satu tinggal di pesantren dan satunya tinggal bersama Tasripin).
" Tasripin sekarang sekolah SMK Ma'arif Cilongok kelas XI. Dandi adiknya kelas VIII sekolah di MTs Pakis. Adiknya yang 2 masih sekolah dasar (Daryo sekolah plus pesantren tinggal di pesantren, yg paling kecil Riyanti tinggal bareng Tasripin). Tasripin keseharian masih tinggal hidup dengan adik-adiknya," kata Isrodin, dikutip dari merdeka.com, Senin 19 April 2021.
Selain bersekolah, Tasripin juga memiliki kegiatan lain. Jika sedang tak bersekolah, Tasripin kadang-kadang juga bekerja, bertani ataupun diminta untuk mengantar jemput orang.
" Biasa sekolah, kalau lagi enggak sekolah ya kadang-kadang kerja, bertani dan disuruh orang antar jemput. Saya sering ketemu (Tasripin), kadang juga masih suka bantu-bantu kerja di MTs Pakis kalau ada pekerjaan," sambungnya.

Saat ditanya tentang biaya sekolah Tasripin, Isrodin menjelaskan bahwa uang jaminan untuk pendidikan Tasripin dan adik-adiknya masih ada dan digunakan untuk pendidikan. Sementara untuk kebutuhan hariannya masih mandiri.
" Kalau SMK ya enggak gratis. Kalau yang gratis di MTs Pakis. Iya kan uang jaminan untuk pendidikan masih dan digunakan hanya untuk kebutuhan pendidikan. Untuk kebutuhan masak dan lain-lain masih mandiri," tambah Isrodin.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya