Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Pilu Penjual Es Kelapa Muda Ditipu, Motor Satu-satunya Hilang Dicuri. (Foto: Facebook Komunitas Orang Susah (KOS) - BADAK)
Dream - Di bulan suci Ramadan, banyak orang berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan harapan mendapat pahala melimpah.
Namun terkadang ada sebagian orang yang memanfaatkan kesucian Ramadan untuk berbuat kejahatan. Naudzubillah min dzalik.
Seperti kasus penipuan berkedok buka bersama (bukber) yang baru-baru ini viral. Kasus ini ramai diperbincangkan di grup Facebook Komunitas Orang Susah (KOS) - BADAK.
Salah satu postingan di grup itu menceritakan kronologi penipuan, lebih tepatnya pencurian, yang dialami seorang penjual es degan atau es kelapa muda.
Kang Oteng bercerita pada awal puasa kemarin dia sangat gembira dan bersyukur karena ada yang borong 50 bungkus es degan yang dijualnya.
" Alhamdulillah hati rasa senang ada yang borong 50 bungkus es kelapa buat acara buka bersama di mesjid," kata Kang Oteng mengawali kisahnya.
Karena beli dalam jumlah banyak, si pembeli minta tolong Kang Oteng menemaninya ke masjid tempat bukber digelar.
Dengan senang hati, Kang Oteng pun mengantarkan pembeli tersebut dengan naik satu-satunya motor miliknya.
" Saya mengantar yang beli es 50 bungkus itu pakai motor satu-satunya yang saya punya, sementara istri gantian nungguin lapak jualan," kata pria yang berjualan es degan mulai jam 2 siang itu.
Singkat cerita sampailah mereka di mesjid yang ditunjukkan oleh si pembeli. Perjalanan dari lapak Kang Oteng ke masjid tersebut dengan naik motor kurang lebih 5 menit.
Waktu sampai, si pembeli turun dan menyuruh Kang Oteng menunggu di depan masjid. Kira-kira 2 menit kemudian si pembeli keluar lagi dari masjid.
" Kurang lebih 2 menit dia kembali sambil bilang, 'Mas pinjem motornya mau ambil uang buat bayar es nya'.
" Saya turun dan persilakan dia pakai motor saya, tanpa mikir aneh-aneh," ujar Kang Oteng.
Namun, sekian lama ditunggu, si pembeli tidak datang-datang. Akhirnya Kang Oteng beranikan diri tanya ke orang-orang di sekitar masjid.
Ternyata, para jamaah yang ada di masjid tidak tahu siapa orang yang dimaksud oleh Kang Oteng tersebut.
Lebih terkejut lagi Kang Oteng ketika mereka bilang bahwa pada hari itu tidak ada kegiatan bukber di masjid.
Bagai disambar petir di siang bolong, Kang Oteng hanya termangu dan pulang dengan lesu ke rumahnya.
" Setelah hampir Maghrib saya tunggu, berharap dia balik lagi. Ternyata sampai sekarang (13 April 2021) dia hilang bawa motor saya," imbuh Kang Oteng.
Kang Oteng berharap ada yang bersedia membantu menemukan motornya yang hilang dicuri orang itu. Kang Oteng menyebut motornya Honda Beat hitam polos tahun 2019 dengan plat nomor Z 2669 IR.
Sumber: Facebook
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya