Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Sebuah insiden mengerikan terjadi di wilayah Nekpur, India. Seorang suami tega membedah perut istrinya sendiri yang tengah hamil tujuh bulan.
Pannalal, ayah dari lima anak itu, membedah perut istrinya menggunakan benda tajam. Sehingga sang istri mengalami luka serius.
Sebelumnya, Pannalal telah memiliki lima anak perempuan. Mengetahui sang istri hamil anak ke-enam mereka, ia pun berharap mendapat anak laki-laki.
Tak sabar menunggu hingga hari kelahiran, ia justru dengan keji membedah perut istrinya. Hanya untuk mengetahui jenis kelamin sang anak.
Beruntung sang istri masih dapat diselamatkan, setelah pihak keluarga membawanya ke rumah sakit terdekat.

Menurut kepolisian, Pannalal telah ditangkap. Kejadian ini pun tengah dalam penyelidikan. Untuk mengetahui alasan pasti di balik perbuatannya tersebut.
Keluarga sang istri menuduh Pannalal melakukan tindakan kejinya itu hanya untuk mengetahui jenis kelamin anaknya. Karena ia sangat menginginkan anak laki-laki.

Obsesi terhadap anak laki-laki dalam keluarga India bukan lagi cerita baru. Itulah alasan mengapa tingkat pembunuhan janin perempuan di India menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.
Menurut laporan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) sekitar 45,8 juta perempuan 'hilang' dalam demografi India pada tahun 2020. Terutama karena praktik pemilihan jenis kelamin sebelum dan sesudah melahirkan.
(Sumber: indiatimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam