Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Winnie The Pooh menjadi karakter film kartun terkenal. Beruang lucu nan menggemaskan digandrungi anak-anak dari berbagai belahan Bumi.
Kisah Winnie the Pooh ini terinspirasi oleh seekor beruang hitam sungguhan yang tinggal di kebun binatang London, Inggris.
Meski dalam penggambarannya Winnie adalah sosok beruang jantan, tapi sejatinya dia adalah beruang betina.
Hal itu terungkap dalam buku tentang Winnie the Pooh berjudul Finding Winnie: The True Story of the World's Most Famous Bear, yang ditulis oleh Lindsey Matticka.
Dalam buku itu diceritakan asal-usul yang sesungguhnya dari karakter kartun Winnie the Pooh.
Beruang lucu itu sejatinya bukan dari Inggris, melainkan Winnipeg, Kanada. Karena itulah kebun binatang London menamainya Winnipeg. Tapi orang-orang lebih suka memanggilnya Winnie.
Setelah mengetahui sedikit asal-usul nama dan latar belakang Winnie the Pooh, Sahabat Dream mungkin bertanya-tanya tentang nama belakangnya 'the Pooh'?
Mengapa ia tidak diberi nama Winnie the Bear seperti pemberian julukan pada umumnya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus kembali ke tahun 1920an saat karakter ini mulai diciptakan.
Cerita kehidupan Winnie the Pooh ini dipublikasikan pertama kali oleh pengarangnya, A.A. Milne, pada tahun 1926.
Sebelum menjadi Winnie atau Winnipeg, beruang hitam yang tinggal di kebun binatang London ini bernama asli Edward Bear.
Sementara nama belakang the Pooh diambil dari nama seekor angsa, yang merupakan karakter yang berbeda sama sekali.
Dalam buku When We Were Very Young (buku yang sama yang memperkenalkan Edward Bear), Milne menulis bagaimana Christopher Robin memberi nama angsanya Pooh.
Di buku itu tertulis " ini adalah nama yang sangat bagus untuk angsa, karena jika kamu memanggilnya dan dia tidak datang, maka kamu hanya perlu mengatakan 'Pooh!' untuk menunjukkan kepadanya kamu ingin bertemu dengannya."
Nama-nama Winnie dan Pooh itu pun kemudian muncul di pikiran Milne hingga dia menamakan karakter beruang lucu itu dengan nama Winnie the Pooh.
Meski asal usul nama belakang the Pooh terdengar agak sedikit tidak 'nyambung', tapi itulah penjelasan resmi Milne soal nama Winnie the Pooh.
Sumber: Mentalfloss.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya