Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ini Arti Tahawwur, Sifat Tercela Yang Harus Dijauhi Dan Dihindari Kaum Muslim
Dream - Salah satu sifat yang sebenarnya ada dalam diri tiap manusia adalah Tahawwur. Namun sifat ini sebaiknya dijauhi, jika perlu dihilangkan sama sekali karena merugikan diri sendiri dan orang-orang sekitar.
baca juga: Cara Menghindari Sifat Tercela Takabur
Pengertian Tahawwur adalah sifat tercela yang harus dihindari kaum Muslim karena dampaknya sangat merusak. Tahawwur termasuk penyakit hati yang sering tidak disadari oleh manusia.
Tahawwur merupakan sifat dan perilaku yang bukan pada tempatnya. Bisa juga disebut sebagai sifat yang keterlaluan, membabi buta, gegabah, tergesa-gesa.
Orang yang memiliki sifat Tahawwur ini cenderung ceroboh, zalim, tamak, serampangan. Pemilik sifat Tahawwur ini selalu berbuat sesuatu tanpa perhitungan.
Namun jangan menyamakan Tahawwur dengan sifat berani (asy-Syaja'ah). Asy-Syaja'ah merupakan sifat terpuji karena disertai dengan perhitungan matang ketika menghadapi berbagai permasalahan.
Secara bahasa, Syaja'ah adalah benar, gagah, pemberani. Syaja'ah merupakan sifat pertengahan antara Al-Jubn (pengecut) dan at-Tahawwur (berani tanpa perhitungan).
Dalam bukunya 'Tasawuf Modern', Buya Hamka menjelaskan, orang yang menurutkan Tahawwur akan menghasilkan 'ranting-ranting' sifat buruk (Madzmumah). Di antara turunan Tahawwur ini adalah suka mengumpat, lekas marah, bermulut kotor, takabur, sombong, ujub dan angkuh.
Sifat Tahawwur ini akan membuat seseorang bagaikan sebuah petasan yang dengan letusan paling kerasnya ingin didengar atau diperhatikan.
Orang seperti ini akan mudah merendahkan orang, mengecilkan hati orang, melupakan kesalahan sendiri, menghinakan orang, dan sifat-sifat yang menyerupai itu.
Sedangkan mereka yang memiliki sifat al-Jubun (pengecut), biar terancam jiwanya, anak istrinya diganggu orang, saudara perempuannya diganggu, dia tidak peduli. Sedikit ditimpa sakit, memekik panjang seperti anak-anak.
Baik sifat pengecut (Al-Jubn) dan Tahawwur bukanlah akhlak karimah (mulia), melainkan akhlak madzmumah (tercela). Rasulullah SAW pernah bersabda:
" Dari Abdullah bin 'Amr dan Jabir bin Abdillah RA secara marfu: 'Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah'." (HR. Bukhari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya