Ini Penyebab Tewasnya Mahasiswi Esa Unggul

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 12 Januari 2017 11:32
Ini Penyebab Tewasnya Mahasiswi Esa Unggul
Arum menderita dua luka tusuk di leher.

Dream - Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspo Arum di kamar kost di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, Ajun Komisaris Polisi Andryanto S Randotama mengatakan, berdasarkan penyelidikan sementara diketahui penyebab kematian korban. 

" Penyebab korban tewas ada tusukan di leher korban," kata Andryanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 12 Januari 2017.

Tetapi, kata Andry, polisi belum mengetahui alat apa yang digunakan pelaku untuk menusuk leher Arum.

" Kita belum tahu alat yang digunakan untuk menusuk korban," ucap dia.

Selain mengalami luka tusuk, Arum juga diketahui menderita beberapa luka lebam di bagian tubuhnya.

Dalam mengusut kasus ini, polisi telah memeriksa 12 saksi. Sementara hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian korban.

Sebelumnya Arum ditemukan tewas pada Senin, 9 Januari 2017 di kamar kostnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Jasad korban ditemukan oleh tukang bangunan dan temannya yang bernama Zainal Abidin.

1 dari 3 halaman

Rekaman CCTV Kematian Mahasiswi Esa Unggul Ditemukan, Isinya?

Dream - Polisi menemukan titik terang dalam mengungkap kasus kematian Arum. Polisi dengan menemukan CCTV yang berada di sekitar rumah kost korban.

" Kami berhasil temukan ada CCTV di rumah dekat kos korban. Tapi itu tidak mengarah langsung (ke rumah kost) dan masih belum kami buka. Mereka lupa passwordnya," kata Kasat Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Andry S Rendotama di Jakarta, kemarin. 

Selain itu, polisi tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk barang-barang yang dikenakan korban saat ditemukan meninggal dunia.

" Bukti ada pakaian korban, hasil autopsi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ucap dia.

Andry mengaku dirinya tidak dapat memastikan kalau kasus tersebut merupakan perampokan disertai pembunuhan.

" Memang barang ada yang hilang ya. Tapi kalau perampokan belum," ujar dia. Andry pun berharap kasus ini dapat segera diungkap. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Bukti Baru Pembunuhan Akseyna di Dasar Danau UI

Dream - Polisi masih terus menyelidiki kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori (18). Hasil penyelidikan terbaru, penyidik menemukan satu alat bukti di dasar Danau Kenangan UI, tempat mayat Akseyna ditemukan.

" Ada satu alat bukti yang baru saja kami temukan di dasar danau UI. Ini bisa kami jadikan petunjuk dan terkait dengan peristiwa ini," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Minggu kemarin.

Namun, Krishna enggan menjelaskan apa barang bukti yang ditemukan penyidik di danau itu. " Saat ini saya belum bisa sampaikan apakah alat bukti itu terkait langsung atau tidak. Alat bukti itu akan kami cocokan dengan data-data yang dimiliki oleh Fakultas MIPA UI. Kenapa alat itu sampai dibuang di bawah danau," ujarnya.

Krishna menegaskan, alat bukti tersebut bukan alat yang dipakai pembunuh Akseyna untuk membunuh Akseyna. " Bukan alat untuk membunuh, tapi kami cari rangkaian dengan pengungkapan kasus ini," kata dia.

Krishna memambahkan, saat ini mulai ada keterbukaan dari pihak internal kampus (Fakultas MIPA UI). Dan terjadi kemajuan penyelidikan yang cukup intensif.

Dalam kerjasama ini, lanjut Krishna, ia mulai menemukan titik terang kecil tentang penyelidikan ini termasuk identitas pelaku.

Kasus pembunuhan Akseyna merupakan misteri yang belum terpecahkan Polda Metro Jaya selama delapan bulan ini. Polisi memiliki sedikit bukti, tetapi penemuan benda di dasar danau ini diklaim akan mengungkap teka-teki kasus ini. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Temuan Menarik Pembunuhan Bocah dalam Kardus

Dream - Polisi telah menemukan titik terang pelaku pembunuhan bocah berusia 9 tahun yang dibuang dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat.

Dari hasil tes DNA terhadap salah satu barang milik korban ternyata cocok dengan DNA salah satu saksi potensial yang diamankan penyidik.

" Ada perkembangan yang siginifikan. DNA satu saksi potensial cocok dengan DNA di salah satu barang milik korban," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti, Kamis 8 Oktober 2015.

Meski begitu, penyidik belum cukup puas dengan hasil tes DNA tersebut. Untuk lebih akurat dan tidak ingin ada kesalahan, mereka akan meminta second opinion kepada tim Disaster Victim Investigation (DVI)

Jika dari hasil tes DNA di DVI ternyata cocok, kata Krishna, maka bukti ilmiah yang dimiliki polisi sudah kuat.

Sejauh ini, dari beberapa saksi yang berpotensi yang sudah dimintai keterangan‎ dan juga sudah diambil DNA-nya belum ada yang mengakui jika ia melakukan pembunuhan. (Ism) 

Beri Komentar