Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Uttang Saat Menjalani Prosesi Ijab Kabul (Fajar Online)
Dream - Kegembiraan prosesi pernikahan di Desa Mallimongeng, Bone, Sulawesi Selatan pada Kamis, 8 November 2018 berubah menjadi kesedihan. Pengantin pria, Uttang, yang seharusnya menikmati masa bahagia meninggal beberapa jam usai ijab kabul
Resepsi yang dijadwalkan berlangsung hari ini di rumah pengantin wanita di Dusun Bakkoe berubah menjadi prosesi pemakaman. Uttang meninggal akibat mengalami sesak napas.
Seorang warga, Riska, menuturkan semua terjadi secara tiba-tiba. Sebelumnya, Uttang sudah tinggal serumah dengan istrinya usai akad nikah.
" Pengantin laki-laki sudah ada di rumah perempuan karena acara Marola," kata Riska, dikutip dari Fajar Online.
Menurut Riska, tiba-tiba saja Uttang mengalami sesak napas. Keluarga pengantin perempuan sempat melarikannya ke Puskesmas.
" Dibawa ke Puskesmas Kajuara namun tidak sanggup di puskesmas itu dan dirujuk ke RS Sinjai," kata Riska.
Sayangnya, Uttang tidak dapat diselamatkan. Dia meninggal saat menjalani perawatan.
Keluarga kedua pengantin ini memutuskan untuk membatalkan resepsi. Baik yang digelar di rumah pengantin wanita maupun di rumah pengantin pria yang bakal dilaksanakan pada Sabtu besok, 10 November 2018.
Sumber: Fajar Online.
Dream - Andik Witjaksono, warga Jalan Manukan Thohirin, Tandes, Surabaya, Jawa Timur, terpaksa mempercepat pernikahannya dengan Anna Anggraini. Pasangan muda ini segera melangsungkan pernikahan pada Selasa, 6 November 2018.
Andik dan Anna terpaksa mempercepat pernikahan lantaran ibu dari mempelai mempelai wanita, Sulistyowati, 46 tahun, meninggal beberapa jam sebelumnya.
Prosesi akad nikah juga dilaksanakan di hadapan jenazah Sulistyowati.
Dikutip dari Liputan6.com, Sulistyowati meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Jalan Raya Tengger, Kandangan. Bangunan tersebut roboh sekitar pukul 13.30 WIB akibat terpaan angin kencang disertai hujan deras yang melanda Surabaya.
Dia sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa Sulistyowati tidak tertolong.
Menurut penuturan tetangga, Herlambang, Andik dan Anna seharusnya menikah pada Sabtu, 10 November 2018. Hal itu sesuai dengan undangan yang sudah disebar.
" Setelah prosesi pernikahan, jenazah Sulistyowati langsung dikuburkan," ujar Herlambang.
Kanit Reskrim Polsek Benowo, AKP Didik Tri W, mengatakan korban tengah melintas menggunakan sepeda motor matik di dekat lokasi kejadian. Tiba-tiba, bangunan tersebut runtuh dan menimpa korban.
" Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muji Rahayu, tapi tidak tertolong," kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya