Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Innalillahi, Positif Covid-19, Wali Kota Tanjung Pinang Syahrul Meninggal Dunia

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 28 April 2020 21:39
Innalillahi, Positif Covid-19, Wali Kota Tanjung Pinang Syahrul Meninggal Dunia
Syahrul terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilarikan ke rumah sakit dengan gejala demam dan gula darah naik.

Dream - Wali Kota Tanjung Pinang, Syahrul meninggal dunia. Kabar duka ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana yang diunggah dalam Whatshap grup Covid-19 Kota Batam.

" Innalilahi Wainnailaihi Raajiuun.. telah berpulang ke Rakhmatullah Bpk Walikota Tanjung Pinang hari Selasa tgl 28 April 2020, jam 16.45. Semoga Arwah beliau mendapat tempat yang Mulya disisi Allah SWT Aamiin YRA," tulis Tjetjep yang juga anggota Tim Gugus Tugas Covid19 Kepri, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 28 April 2020.

Namun, dia belum menjelaskan tentang mekanisme pemakaman apakah akan mengikuti protokol Covid -19.

Sebelumnya Wali Kota Tanjung Pinang Syahrul dinyatakan positif Covid -19 oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri.

 

1 dari 4 halaman

Syahrul terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilarikan ke rumah sakit dengan gejala demam dan gula darah naik.

Tim medis dikabarkan juga membutuhkan darah yang cukup sebelumnya untuk menstabilkan kondisi Syahrul. Dia harus menjalani cuci darah dan berbagai perawatan. Sejumlah peralatan medis didatangkan dari Kota Batam.

Sebelumnya pihak medis sudah melepas alat bantu medis CPR (Cardiopulmonary resuscitation) di tubuh Syahrul, namun kembali dipasang. Tim medis memonitor kesehatan Syahrul selama 24 jam. Dia sempat membutuhkan darah yang cukup banyak.

Syahrul lalu dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Sabtu, 11 April 2020 menggunakan ambulans. Tim medis yang membawanya saat itu mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar penanganan Covid-19.

(Sumber: Liputan6.com)

2 dari 4 halaman

Update Corona 28 April: Kasus Positif 9.511, Pasien Sembuh 1.254

Dream - Achmad Yurianto kembali merilis data terkini mengenai perkembangan sebaran infeksi virus corona di Indonesia. Menurut juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 ini, jumlah kasus positif sudah per Selasa, 28 April 2020 pukul 12.00 WIB mendekati angka 10 ribu.

" Kasus positif 9.511 orang, sementara yang sudah sembuh 1.254 orang, meninggal 773 orang," ujar Yurianto di Jakarta.

Menurut Yurianto, terjadi penambahan kasus baik positif, sembuh maupun meninggal sejak kemarin hingga hari ini. Rinciannya, pasien positif bertambah 415 orang, sembuh bertambah 103 orang, dan meninggal bertambah 8 orang.

Yurianto mengatakan data tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan spesimen di 48 laboratorium seluruh Indonesia. Baik laboratorium di perguruan tinggi, rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit BUMN.

Sejauh ini sudah ada 79.619 spesimen yang diperiksa dari 62.544 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) mencapai 213.644 orang dan sebagian besar pemantauan dinyatakan sudah selesai.

Sedangkan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini sebanyak 20.428 orang. Saat ini, jumlah tersebut sedang dalam pemeriksaan laboratorium PCR.

3 dari 4 halaman

Pasien Sembuh Makin Banyak

" Kita bersyukur bahwa pasien sembuh sudah cukup banyak," kata Yurianto.

Dia merinci jumlah pasien sembuh di DKI Jakarta mencapai 363 orang, Jawa Timur 144 orang, Sulawesi Selatan 108 orang, Jawa Barat 103 orang, Jawa Tengah 89 orang. " Sehingga total keseluruhannya 1254 orang," ucap Yurianto.

Sementara terkait angka kematian, Yurianto menyebutkan sebaran kasus terjadi pada rentang usia tertentu. Secara rinci, dia menyebutkan pasien meninggal pada rentang usia 0-4 tahun 2 orang, usia 5-14 tahun 3 orang, 15-29 tahun 19 orang, usia 30-59 orang 351 orang, usia 60-79 tahun 302 orang, dan rentang usia di atas 80 tahun sebanyak 27 orang.

" Kami masih melakukan verifikasi rentang usia untuk 69 orang lainnya," kata dia.

4 dari 4 halaman

Kabar Baik, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Melambat

Dream - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyampaikan kabar baik terkait perkembangan kasus infeksi virus corona. Menurut dia, penambahan kasus positif di DKI Jakarta menunjukkan tren melambat.

" Khusus DKI Jakarta perkembangan terakhir kasus positif telah alami perlambatan yang pesat dan saat ini telah mengalami flat dan kita doakan semoga tidak terlalu banyak kasus positif yang terjadi," ujar Doni, dikutip dari Liputan6.com.

Doni juga menjelaskan pelambatan penularan ini dapat terjadi karena adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kian berjalan baik. Hal yang sama pun telah dilaporkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ke Presiden Joko Widodo.

Dengan adanya kebijakan PSBB, kegiatan masyarakat yang berpotensi menularkan virus dapat terbatasi.

" Ini diakibatkan karena PSBB yang telah berjalan dengan baik. Bapak Gubernur DKI telah laporkan Presiden tentang hasil yang dicapai selama pelaksanaan PSBB," jelas Doni.

Menurut laporan yang dia terima, hingga Senin, 27 April 2020, terdapat sejumlah penurunan pasien yang dirawat. Jumlah pasien yang dirawat saat ini mencapai 7.032 orang.

" Saat ini terdapat 7.032 orang yang mana dilihat dari jumlah bed di ruang isolasi sebanyak 10.179 bed, artinya kabarnya adalah kabar gembira. Oleh karena itu, keadaan ini harus kita jaga jangan sampai kita menambah saudara kita yang dirawat di RS," jelas Doni.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar