Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ironis! Puluhan Siswa SMP Di Pangandaran Belum Bisa Membaca (Shutterstock)
Dream - Sebanyak 29 siswa SMPN 1 Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, belum bisa membaca. Dari jumlah etrsebut, sebagian besar adalah siswa laki-laki.
“ Kelas 7 tercatat 11 siswa, kelas 8 ada 16 siswa dan kelas 9 tercatat 2 siswa,” kata Guru SMPN 1 Mangunjaya, Dian Eka Purnamasari, dikutip dari Pangandaran News, Rabu 9 Agustsu 2023.
Koordinator Gerakan Literasi Sekolah (GLS) itu menambahkan, 29 siswa yang masuk pada tahun ajaran 2023/2024 itu tak bisa membaca lantaran proses belajar-mengajar saat mereka duduk di bangku SD tak bisa dilakukan selama pandemi Covid-19.
" Saya juga merasa sedih, kasihan, khawatir mereka minder di kelas. Makanya, saya biasanya memberi tanda pada buku nilai," ujar Dian.
Dian menduga, kasus tersebut tak hanya terjadi di sekolah tempatnya mengajar, tetapi juga di sekolah lainnya.
Salah satu siswa SMPN 1 Mangunjaya yang belum bisa membaca, kata dia, memutuskan keluar dari sekolah karena merasa minder.
" Saya tidak tahu gimana, apakah ada temannya yang iseng atau gimana, akhirnya dia merasa minder karena teman-temannya sudah bisa membaca tapi dia belum," ungkap Dian.
Pihak sekolah sudah berusaha menahan siswa tersebut agar tak keluar dari sekolah dan memintanya berlatih membaca setiap pulang sekolah. " Kata orangtuanya, anaknya sudah tidak mau bersekolah lagi karena malu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Mangunjaya, Hadi Sukmana mengungkap saat ini pihaknya fokus data dan menjalin komunikasi dengan orangtua.
Hadi tak ingin orangtua siswa justru memberikan tendensi yang tidak baik sehingga si anak menjadi minder.
" Intinya kami akan berupaya secara internal dulu dengan anak melalui teknik-teknik bagaiman agar anak mempunyai animo tinggi dalam membaca," ujar Hadi.
Selain itu pihak sekolah akan mengadakan program khusus guna memperkecil kemungkinan siswa belum bisa membaca, salah satunya dengan kegiatan membaca buku.
" Satu guru pembimbing itu membimbing 2 siswa. Saya harap dengan program literasi sekolah yang akan dilaksanakan, siswa-siswi bisa lancar membaca dan menulis, karena itu kan keterampilan dasar, modal mereka belajar lebih banyak lagi," tuturnya.
View this post on Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya