Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Semua orang bisa mengalami sakit. Tidak terkecuali Rasulullah Muhammad SAW.
Mungkin sebagian dari kita menganggap sakit sebagai ketidaknyamanan. Ada juga anggapan yang menyatakan sakit adalah musibah.
Tetapi, sakit tidak melulu bisa dimaknai sebagai musibah. Apalagi bagi seorang mukmin yang taat kepada Allah SWT.
Dikutip dari NU Online, Abu Umamah Al Bahiliy meriwayatkan sebuah hadis berasal dari Rasulullah Muhammad SAW. Hadis itu dituliskan dalam kitab At Targhib fi Fadlailil A'mar.
" Jika ada hamba beriman yang sakit, Allah memberikan wahyu kepada malaikat-Nya 'tulislah untuk hamba-Ku pahala sebagaimana pahala atas amal yang ia kerjakan saat sehat sejahtera ketika Aku membuat dia sibuk.' Lalu malaikat kemudian mencatatnya."
Riwayat lain menyebutkan sebelum seorang mukmin menderita karena sakit, Allah lebih dulu memerintahkan empat malaikat mendatangi hamba tersebut. Masing-masing malaikat mendapat perintah berbeda.
Allah memerintahkan malaikat pertama untuk menghisap kekuatan seorang mukmin sehingga menjadi lemas. Malaikat kedua mendapat perintah menghisap perasaan lezat di mulut mukmin yang sakit sehingga tidak mau makan.
Malaikat ketika diperintah Allah mengambil cahaya dari wajah mukmin sedang sakit sehingga menjadi pucat. Sedangkan kepada malaikat keempat, Allah memerintahkan agar dosa-dosa mukmin itu diambil sehingga tak lagi ada dosa dalam dirinya.
Ketika Allah berhendak mukmin yang sakit itu sembuh, ketiga malaikat diperintahkan mengembalikan apa yang sudah mereka ambil. Tetapi, malaikat pengambil dosa tidak diperintahkan mengembalikan dosa kepada orang tadi.
Allah pun memerintahkan malaikat terakhir untuk pergi ke lautan dan membuat dosa-dosa yang telah diambilnya. Karena Allah dengan rahmat dan kemuliaan-Nya tidak ingin mengembalikan dosa itu kepada si mukmin.
Begitulah istimewa sakit bagi seorang mukmin. Sakit bukanlah siksaan, melainkan sarana penghapusan dosa seseorang.
Sumber: NU Online.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya